
Diskusi publik “Menimbang Pengenaan Pajak Kendaraan Listrik Daerah” oleh INDEF di Jakarta, Kamis (21/5). (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Wacana penghapusan insentif kendaraan listrik dinilai perlu dikaji secara hati-hati agar tidak menghambat percepatan transisi energi di Indonesia.
Sebelum mengambil langkah tersebut, pemerintah dinilai masih memiliki sejumlah opsi untuk meningkatkan penerimaan daerah tanpa langsung membebani pengguna kendaraan listrik.
Head of Industrial and Transport Decarbonization INDEF Green Transition Initiative (GTI), Andry Satrio Nugroho, menyampaikan, bahwa ada beberapa skema alternatif yang dapat dipertimbangkan pemerintah.
Menurutnya, kepastian arah kebijakan menjadi penting agar dunia usaha maupun masyarakat memiliki gambaran jelas terkait masa depan kendaraan listrik di Indonesia.
Penghentian insentif, kata dia, harus dilakukan dengan perhitungan matang supaya adopsi kendaraan listrik tetap tumbuh.
Salah satu opsi yang dinilai potensial ialah penerapan Kawasan Zona Rendah Emisi atau Low Emission Zone (LEZ). Berdasarkan simulasi INDEF GTI, kawasan bisnis Sudirman di Jakarta saja diperkirakan mampu menghasilkan penerimaan hingga Rp383 miliar setiap tahun apabila kebijakan tersebut diterapkan.
“Potensi ini masih dari satu kawasan, bisa bertambah seiring penerapan di kawasan lain. Tidak hanya potensial secara ekonomi, kebijakan ini juga berdampak positif terhadap lingkungan dan kesehatan di pusat bisnis Jakarta,” ujar Andry dalam diskusi publik “Menimbang Pengenaan Pajak Kendaraan Listrik Daerah” di Jakarta, Kamis (21/5).
Selain LEZ, INDEF GTI juga menilai penerapan cukai emisi dapat menjadi sumber pemasukan baru bagi negara. Dari hasil perhitungannya, kebijakan tersebut diperkirakan mampu menghasilkan pendapatan hingga Rp40 triliun per tahun.
Nilainya bahkan disebut lebih besar dibanding gabungan penerimaan cukai plastik dan minuman berpemanis, serta mencapai tiga kali lipat dari cukai alkohol.
Skema tersebut juga dinilai bisa menjadi instrumen untuk mendorong ekonomi hijau di daerah melalui pembagian Dana Bagi Hasil berbasis kinerja ekonomi dan lingkungan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
