
Kepala Hubungan Masyarakat dan Pemerintah PT BYD Motors Indonesia Luther Panjaitan memberikan keterangan kepada awak media. (Dinarsa Kurniawan/JawaPos.com)
JawaPos.com – PT BYD Motors Indonesia memastikan belum memiliki rencana untuk menaikkan harga kendaraan listriknya di pasar nasional meskipun pelemahan nilai tukar rupiah berpotensi memengaruhi biaya produksi dan operasional industri otomotif.
Kepala Hubungan Masyarakat dan Pemerintah PT BYD Motors Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan bahwa perusahaan sudah melakukan berbagai perhitungan matang sebelum memutuskan berinvestasi di Indonesia. Karena itu, kondisi fluktuasi ekonomi dan nilai tukar telah masuk dalam skenario bisnis perusahaan.
“Kita telah memikirkan kondisi-kondisi ini melalui comprehensive study dan sampai saat ini kami masih tetap positif dan confident dengan strategi yang kami miliki, baik secara produk, harga, juga promosi-promosi yang kami akan lakukan,” ujar Luther saat ditemui di kawasan PIK, Jakarta Utara, Senin (18/5).
Meski demikian, Luther tidak menutup kemungkinan adanya penyesuaian harga di masa mendatang apabila situasi ekonomi berubah. Namun, langkah tersebut belum menjadi bagian dari strategi jangka pendek perusahaan.
“Kalau ditanya potensi mungkin saja, tapi saat ini tidak dalam strategi jangka pendek kami,” lanjutnya.
Di sisi lain, BYD saat ini tengah menyelesaikan pembangunan fasilitas perakitan kendaraan di Subang, Jawa Barat. Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 150 ribu unit per tahun dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2026.
Proses pembangunan pabrik disebut sudah memasuki tahap akhir. ’’Kehadiran fasilitas produksi lokal itu diharapkan dapat mendukung efisiensi distribusi sekaligus memenuhi permintaan kendaraan listrik yang terus tumbuh di Indonesia,’’ ujar dia.
Saat ini BYD telah memasarkan sejumlah model kendaraan listrik di Tanah Air, mulai dari Seal, Atto 3, Dolphin, hingga M6. Selain itu, sub-brand premium Denza juga telah hadir melalui model D9. Dengan jajaran produk yang semakin beragam dan jaringan pemasaran yang terus berkembang, BYD optimistis pasar kendaraan listrik Indonesia masih memiliki potensi pertumbuhan besar dalam beberapa tahun ke depan. (*)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
