
Mesin Diesel 4N15 yang digunakan Pajero Sport. (Istimewa)
JawaPos.com - Kabar kurang menyenangkan datang bagi pengguna kendaraan bermesin diesel dan BBM non-subsidi. Pasalnya Pertamina kembali menaikkan harga sejumlah produk bahan bakar minyak (BBM), termasuk Pertamax Turbo, Dexlite, hingga Pertamina Dex yang kini tembus Rp27.900 per liter.
Kenaikan ini terjadi di tengah tekanan harga minyak dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah yang terus membayangi pasar energi nasional.
Sejumlah BBM non-subsidi tercatat naik, meski ada juga yang tidak berubah seperti Pertamax.
Setelah sebelumnya mengalami kenaikan pada 18 April 2026, kini beberapa produk BBM kembali mengalami penyesuaian harga. Kenaikan terjadi pada Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Saat ini, harga Pertamax Turbo mencapai Rp 19.900 per liter, naik Rp 500 dari sebelumnya Rp 19.400 per liter. Untuk Dexlite, harganya menjadi Rp 26.000 per liter atau meningkat Rp 2.400 dari harga sebelumnya Rp 23.600 per liter.
Sementara Pertamina Dex mengalami kenaikan paling tinggi, dari Rp 23.900 menjadi Rp 27.900 per liter, atau naik Rp 4.000.
Di sisi lain, harga BBM subsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap dibanderol Rp 10.000 per liter dan Solar berada di harga Rp 6.800 per liter.
Beberapa BBM non-subsidi lainnya juga masih stabil, seperti Pertamax yang bertahan di Rp 12.300 per liter serta Pertamax Green di Rp 12.900 per liter.
Melihat hal ini, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun, menjelaskan bahwa penyesuaian harga ini merupakan bagian dari evaluasi rutin yang mempertimbangkan berbagai faktor ekonomi, termasuk harga minyak mentah global, harga produk olahan di pasar internasional, serta nilai tukar rupiah.
"Produk nonsubsidi pada prinsipnya mengikuti harga keekonomian dan mengacu pada ketentuan dan peraturan yang berlaku. Namun sebagai BUMN yang menjalankan mandat strategis negara, Pertamina tidak hanya mempertimbangkan aspek bisnis semata, tetapi juga memperhatikan kondisi terkini di masyarakat, daya beli pelanggan golongan pengguna BBM nonsubsidi, serta stabilitas nasional," kata Roberth dalam keterangan tertulis, seperti dikutip Selasa (5/5).
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
