
Penggunaan Lampu Hazard saat Berkendara dalam Keadaan Hujan Deras Seringkali Terjadi. (Auto2000/Antara)
JawaPos.com - Saat berkendara kita kerap mendapati para pengendara menyalakan lampu hazard. Menyalanya lampu hazard suatu kerap dianggap sebagai tanda bahwa kendaraan dalam kondisi darurat atau memberi tahu kepada pengendara lain agar waspada.
Beberapa contoh orang yang menyalakan lampu hazard karena pengendaranya mengalami kerusakan, berhenti di bahu jalan, atau menjadi penanda adanya potensi bahaya di jalan.
Namun dalam praktiknya, masih banyak pengemudi yang menyalakan lampu hazard tidak pada tempatnya. Salah satu kebiasaan yang sering terlihat adalah menyalakan lampu hazard saat mobil masih berjalan, baik di jalan tol maupun non-tol. Bahkan ketika hujan deras, sebagian pengemudi menyalakan lampu hazard dengan alasan agar kendaraan lebih mudah terlihat oleh pengendara lain.
Padahal penggunaan lampu hazard saat kendaraan masih melaju justru tidak dianjurkan karena dapat menimbulkan kebingungan bagi pengguna jalan lain. Dalam kondisi hujan deras sekali pun, pengemudi sebenarnya cukup menyalakan lampu utama atau lampu kabut, mengurangi kecepatan, serta menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan.
Jika lampu hazard digunakan tidak sesuai fungsinya, ada sejumlah risiko yang bisa terjadi di jalan. Berikut beberapa bahaya menyalakan lampu hazard saat kendaraan masih berjalan, terutama di jalan tol.
Lampu hazard identik dengan kendaraan yang sedang berhenti atau mengalami masalah. Ketika lampu ini dinyalakan saat mobil masih melaju, pengemudi lain bisa bingung menafsirkan kondisi kendaraan tersebut. Mereka tidak mengetahui apakah mobil di depan sedang berhenti, melambat, atau justru tetap berjalan normal.
Ketika lampu hazard menyala, lampu sein tidak dapat digunakan untuk memberi tanda arah. Hal ini tentu berbahaya ketika pengemudi ingin berpindah jalur atau keluar dari jalan tol. Tanpa lampu sein, pengemudi lain tidak bisa membaca rencana pergerakan kendaraan tersebut.
Lampu hazard yang berkedip bersamaan dapat membuat pengemudi lain kesulitan membaca sinyal kendaraan di depan. Terutama pada kondisi lalu lintas yang padat atau saat cuaca kurang bersahabat seperti hujan deras.
Ketidakjelasan sinyal dari kendaraan di depan bisa membuat pengemudi di belakang salah mengambil keputusan. Di jalan tol yang memiliki kecepatan kendaraan relatif tinggi, kesalahan kecil dalam membaca situasi dapat berujung pada kecelakaan beruntun.
Karena identik dengan kendaraan darurat, lampu hazard sering diartikan sebagai tanda bahwa kendaraan sedang berhenti di bahu jalan. Jika lampu ini digunakan saat mobil masih melaju, pengemudi lain bisa salah memperkirakan kondisi di jalan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Prediksi Skor Villarreal vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Amankan 3 Poin!
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
