Ilustrasi touring mengendarai sepeda motor. (Royal Enfield Indonesia)
JawaPos.com - Mudik naik motor memang jadi pilihan banyak orang karena dinilai lebih hemat dan fleksibel dalam menembus kemacetan.
Tapi perlu diingat, motor yang sehari-hari dipakai untuk jarak dekat bisa “ngambek” saat dipaksa menempuh perjalanan ratusan kilometer tanpa persiapan matang.
Gangguan kecil bisa berubah jadi besar bila terjadi di tengah perjalanan, apalagi di daerah terpencil yang jauh dari bengkel.
Supaya kamu tidak panik di jalan, kenali dulu 4 masalah motor yang paling sering muncul saat mudik berikut ini seperti dirangkum dari laman Ibid Astra!
Motor mogok di tengah perjalanan tentu jadi mimpi buruk bagi pemudik. Kondisi ini biasanya lebih sering terjadi pada motor yang sudah berusia tua atau jarang mendapatkan servis rutin.
Penyebabnya bukan cuma karena kehabisan bensin. Kampas kopling yang aus, v-belt yang putus (khusus motor matik), oli yang habis, hingga busi yang kotor juga bisa membuat mesin tiba-tiba mati.
Kalau kamu memaksakan motor tanpa pengecekan sebelum berangkat, risiko mogok di jalan akan semakin besar. Karena itu, pastikan kondisi mesin benar-benar prima sebelum mudik.
Bagi kamu yang menggunakan motor manual, rantai adalah komponen vital untuk menyalurkan tenaga dari mesin ke roda. Saat dipakai terus-menerus untuk perjalanan jauh, rantai bisa menjadi kendur.
Tandanya biasanya muncul suara berisik dari bagian bawah motor, tarikan terasa kurang responsif, bahkan dalam kondisi ekstrem rantai bisa terlepas di jalan. Situasi ini tentu berbahaya, apalagi jika terjadi saat melaju kencang.
Jika kamu mulai mendengar suara aneh dari rantai, sebaiknya segera setel ulang di bengkel terdekat sebelum kerusakan bertambah parah.
Ketika motor terasa berat saat digas, apalagi saat kamu berboncengan atau membawa banyak barang, itu bisa jadi tanda ada komponen yang bermasalah. Masalah ini sering muncul pada motor yang jarang dirawat secara berkala.
Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari busi dan filter udara yang kotor, karburator yang tidak optimal, kualitas bahan bakar yang buruk, hingga kopling yang sudah aus.
Pada motor matik, pulley atau roller pada sistem CVT yang bermasalah juga bisa membuat akselerasi terasa lambat.
Jika dibiarkan, performa motor akan semakin menurun dan konsumsi bahan bakar jadi lebih boros.

Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Harry Kane Cs Diprediksi Menang, Tapi Laga Berjalan Alot
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di Piala Dunia 2026: El Tri Difavoritkan Lolos ke 16 Besar!
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Prediksi Susunan Pemain Timnas Prancis vs Swedia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Adrien Rabiot Waspadai Lini Serang Lawan
