Pabrik ban Hankook. (Ilustrasi)
JawaPos.com - Perlambatan industri otomotif nasional sepanjang 2024–2025 ikut menekan rantai industri turunannya. Mulai dari komponen kendaraan penunjang TKDN hingga sektor ban, ikut terdampak.
Penjualan mobil baru yang belum sepenuhnya pulih membuat banyak pelaku industri harus mengubah strategi, mencari ceruk pasar baru agar tetap bertahan di tengah daya beli yang tertahan dan ketidakpastian ekonomi global.
Di tengah situasi tersebut, PT Hankook Tire Sales Indonesia (HTSI) mengklaim mencatat pertumbuhan penjualan signifikan sepanjang 2025. Perusahaan mengklaim penjualannya meningkat hingga 130 persen di pasar domestik.
Capaian ini menjadi catatan menarik di tengah kondisi pasar otomotif yang cenderung stagnan dan menunjukkan bahwa industri komponen masih memiliki ruang tumbuh, meski dengan strategi yang lebih selektif.
Pertumbuhan tersebut disebut didorong oleh pergeseran permintaan konsumen ke ban berukuran besar (di atas 18 inci) serta ban untuk kendaraan listrik (electric vehicle/EV).
Tren ini diyakini sejalan dengan perubahan pola konsumsi otomotif nasional, di mana segmen SUV dan kendaraan elektrifikasi relatif lebih tahan dibandingkan pasar mobil konvensional entry level yang mengalami tekanan cukup dalam.
Namun demikian, capaian positif tersebut tidak serta-merta mencerminkan pulihnya industri otomotif secara keseluruhan. Pasar kendaraan baru masih menghadapi tantangan berat, mulai dari penurunan minat beli hingga ketatnya pembiayaan.
Kondisi ini memaksa pelaku industri ban untuk lebih adaptif membaca perubahan perilaku konsumen.
Bertahan di Tengah Tekanan, Fokus ke Segmen Bernilai Tambah
Memasuki 2026, HTSI menyatakan fokus memperkuat pasar domestik sekaligus meningkatkan kesiapan bisnis menghadapi tantangan lanjutan. Optimisme tetap dijaga, namun dengan pendekatan yang lebih realistis: menyasar segmen yang dinilai memiliki potensi jangka panjang, seperti EV dan SUV.
Presiden Direktur Hankook Tire Sales Indonesia, Bartek (Byunghak) Choi, menegaskan bahwa strategi perusahaan diarahkan pada segmen berpertumbuhan tinggi dan produk bernilai tambah.
“Memasuki 2026, kami tetap optimis terhadap prospek industri ban di Indonesia di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang. Pertumbuhan signifikan permintan ban kendaraan listrik hingga akhir 2025 menjadi fondasi kuat, dengan produk premim seperti Hankook iON untuk EV dan Dynapro di segmen SUV diproyeksikan sebagai pendorong utama pertumbuhan," ujar dia melalui keterangannya.
Dia melanjutkan, di tengah tekanan konsumsi domestik, pihaknya terus memperkuat pangsa pasar melalui perluasan distribusi regional, Kolaborasi dengan mitra di Asia Tenggara, serta optimalisasi peran Indonesia sebagai basis produksi strategis untuk pasar global.
Menurut Bartek (Byunghak) Choi, strategi tersebut merupakan respons langsung terhadap tekanan ekonomi global dan domestik. Efisiensi operasional, inovasi produk, serta penyesuaian terhadap karakteristik pasar lokal menjadi kunci agar bisnis tetap relevan di tengah kondisi pasar yang belum sepenuhnya pulih.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
