
Kendaraan otonom Mercedes-Benz S-Class yang dikembangkan bersama Momenta untuk layanan robotaxi Lumo Mobility di Abu Dhabi. (Bloomberg)
JawaPos.com — Mercedes-Benz memperluas strategi mobilitas otonomnya melalui kemitraan dengan perusahaan teknologi asal Tiongkok, Momenta Global Ltd., untuk menghadirkan armada robotaxi berbasis sedan mewah S-Class di Abu Dhabi.
Langkah ini bukan hanya menjadi debut Mercedes di layanan robotaxi, melainkan juga memperlihatkan upaya pabrikan Jerman itu memperkuat posisi dalam kompetisi teknologi tanpa pengemudi di tingkat global.
Selaras dengan fokus perluasan tersebut, Mercedes akan menanamkan kemampuan mengemudi otomatis Level 4 pada generasi terbaru S-Class yang dijadwalkan meluncur pada Januari mendatang.
Teknologi ini memungkinkan penumpang tidak lagi memegang kemudi maupun memperhatikan jalan, sementara operasional layanannya dijalankan oleh Lumo Mobility, perusahaan mobilitas yang telah mengantongi izin untuk mengoperasikan kendaraan otonom di Uni Emirat Arab.
Dilansir dari Bloomberg, Kamis (11/12/2025), kemitraan ini mencerminkan tren baru di mana produsen mobil Eropa makin banyak bekerja sama dengan pengembang perangkat lunak Tiongkok untuk mempercepat pengembangan teknologi otonom serta menekan biaya yang kian melonjak.
Sejalan dengan itu, Mercedes menegaskan tujuan strategis kolaborasi ini. Dalam pernyataan resminya, Chief Technology Officer Mercedes, Jörg Burzer, menyatakan, “Dengan robotaxi S-Class, kami menaikkan standar mobilitas otomatis—menggabungkan keselamatan dan kenyamanan untuk menetapkan tolok ukur baru bagi transportasi cerdas di seluruh dunia.” Pernyataan tersebut menggarisbawahi upaya Mercedes memosisikan diri sebagai pemain utama dalam mobilitas otomatis kelas premium.
Pada sisi lain, Momenta melihat kerja sama ini sebagai penguatan kapabilitas lintas industri. Mengutip Gulf News, CEO Momenta, Xudong Cao, menekankan bahwa sinergi ini menggabungkan “kecanggihan rekayasa Mercedes-Benz selama satu abad, teknologi kecerdasan buatan Momenta yang telah teruji, serta kemampuan operasional Lumo.” Dia menilai integrasi tersebut sebagai fondasi penting bagi layanan mobilitas cerdas yang berfokus pada keselamatan dan pengalaman penumpang.
Untuk menopang operasional ini, Mercedes mengandalkan MB.OS, platform perangkat lunak internal yang memungkinkan pengembangan aplikasi kompleks, termasuk sistem mengemudi otomatis tingkat lanjut.
Pendekatan ini memberi Mercedes kendali atas arsitektur inti perangkat lunak, namun tetap membuka ruang kolaborasi untuk materi teknis berbiaya tinggi seperti algoritma dan sensor otonom yang dikembangkan Momenta.
Kemitraan Mercedes dan Momenta merefleksikan dinamika industri otomotif global, khususnya tekanan yang dihadapi produsen Eropa akibat kompetisi kendaraan listrik serta menyusutnya margin keuntungan. Kolaborasi semacam ini menjadi strategi untuk mempercepat adopsi teknologi sambil menjaga efisiensi biaya pengembangan.
Layanan robotaxi S-Class tersebut direncanakan mulai beroperasi secara komersial pada 2026 di Abu Dhabi. Setelah fase awal, para mitra membuka peluang ekspansi ke pasar internasional lain, menandai ambisi yang lebih luas dari sekadar implementasi regional.
Secara keseluruhan, inisiatif ini memperlihatkan pergeseran penting dalam lanskap mobilitas global. Jika sebelumnya panggung robotaxi didominasi nama-nama teknologi seperti Waymo dan Cruise, kehadiran Mercedes menandai masuknya pabrikan otomotif tradisional yang memadukan warisan premium, kemampuan rekayasa, dan kemitraan strategis berbasis kecerdasan buatan.
Dengan demikian, peluncuran armada robotaxi S-Class di Abu Dhabi menjadi penanda bahwa kompetisi mobilitas otonom kini bergerak ke fase yang lebih matang—fase di mana inovasi, strategi lintas negara, dan efisiensi teknologi menjadi penentu arah industri transportasi masa depan. ***
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022