
Ilustrasi pengisian BBM bersubsidi di pom bensin Pertamina. (Dok/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pengguna Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite mengalami penurunan dan pemilik kendaraan banyak yang beralih pada jenis BBM yang RON (Research Octane Number) nya lebih tinggi.
Hal ini diungkap Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat bahwa kondisi ini terjadi sejak Juli-Agustus 2025.
Bahkan dalam catatan Kementerian EDSM, selama sembilan bulan pertama 2025, atau hingga 1 Oktober 2025 penggunaan Pertalite turun 5,10 persen. Tentu saja penurunan ini sangat berpengaruh besar ke anggaran subsidi BBM jenis itu yang harus dikeluarkan pemerintah.
Laode Sulaeman selaku Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM di hadapan Komisi XII DPR RI, di Jakarta, Rabu (1/10) mengatakan keuangan negara hemat sebesar Rp12,6 triliun untuk pembayaran kompensasi ke PT Pertamina (Persero) karena penurunan penjualan tersebut.
“Pemberian kompensasi subsidi untuk Pertalite itu turun dari Rp48,9 triliun, diproyeksikan bisa terjadi efisiensi sehingga hanya menjadi Rp36,314 triliun. Artinya ada efisiensi sebesar Rp12,6 triliun dengan adanya shifting ini,” papar Laode.
Laode juga menegaskan turunnya permintaan Pertalite tersebut dikarenakan tak sedikit masyarakat yang beralih ke BBM non subsidi seperti Pertamax dan Pertamax Turbo. Secara otomatis permintaan BBM yang RON nya diatas 90 lebih tinggi.
Dalam catatan data Kementerian ESDM, penjualan harian Pertalite pada 2024 sebesar 81.106 kiloliter (KL) alami penurunan menjadi 76.970 KL per hari hingga Juli 2025. Bila dirata-rata angka ini setara penurunan 5,10%.
Bahkan sebaliknya dimana penjualan harian bensin nonsubsidi meningkat 19,21%, dari 19.061 KL per hari pada 2024 menjadi 22.723 KL per hari pada 2025.
Perubahan ini juga berdampak pada penghematan anggaran kompensasi Pertalite. Dimana pada 2024, kompensasi Pertalite tercatat Rp 48,9 triliun.
Namun, dengan turunnya konsumsi pada 2025, kompensasi diperkirakan hanya mencapai Rp 36,3 triliun. Artinya, terdapat efisiensi sekitar Rp 12,6 triliun atau setara 25,77%.
Kenaikan konsumsi Pertamax dan Pertamax Turbo itu dipicu keinginan masyarakat untuk mendapatkan produk BBM dengan kualitas yang lebih baik. Dalam catatan Pertamina selama Januari – Juli 2025 konsumsi BBM nasional sebanyak 59 juta kiloliter.
BBM jenis Pertamax pada periode itu, penjualan tumbuh 24 persen dari tahun ke tahun. Kemudian Pertamax Turbo tumbuh 55 persen. Sedangkan BBM jenis solar Pertamina Dex penjualannya tumbuh 19 persen.
Kesadaran Konsumen dalam Merawat Kendaraan
Menggunakan RON yang sesuai rekomendasi pabrikan sangat penting agar mesin mobil atau motor lebih awet dan performa tetap optimal. Berikut alasannya:
1. Mencegah Knocking (Ngelitik)

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
