Logo JawaPos
Author avatar - Image
29 September 2025, 16.26 WIB

3 Tanda V-belt Motor Matic Wajib Ganti Sebelum Putus

Ilustrasi: V-Belt motor matic bisa putus seiring usia pakai. (Suzuki) - Image

Ilustrasi: V-Belt motor matic bisa putus seiring usia pakai. (Suzuki)

JawaPos.com - ​Motor matic kamu bergantung pada komponen kecil bernama V-belt untuk mengirimkan tenaga dari mesin ke roda. V-belt ini yang membuat tarikan motor terasa halus dan tanpa perlu oper gigi. 

Sayangnya, V-belt memiliki batas usia pakai. Jika sudah aus, ia bisa memberikan sinyal bahaya yang tidak boleh kamu abaikan karena risikonya adalah V-belt putus mendadak di tengah perjalanan.

​Sangat penting untuk tahu kapan waktu yang tepat mengganti V-belt motor matic kesayanganmu. Jangan tunggu sampai motormu mogok atau komponen lain ikut rusak. Yuk, kenali tiga tanda utama yang mengindikasikan bahwa V-belt motormu sudah kelelahan dan minta diganti segera seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia!

​1. Tarikan Motor Jadi Kasar dan Tenaga Menurun Drastis

​Perubahan paling jelas yang akan kamu rasakan adalah pada kualitas tarikan motor. Motor matic yang V-belt-nya sudah uzur seringkali mengalami tarikan yang kasar, terasa bergetar, bahkan seperti "ngejendul" atau "ngejitak" saat berakselerasi. 

Hal ini terjadi karena elastisitas V-belt sudah berkurang dan gesekannya ke puli menjadi tidak optimal. Selain itu, tenaga motor terasa loyo dan berkurang jauh dari biasanya. Jika akselerasi motormu tiba-tiba tidak responsif dan tidak semulus dulu, itu adalah alarm keras untuk segera periksa V-belt.

​2. Muncul Keretakan dan Keausan pada Permukaan V-Belt

​V-belt terbuat dari material karet khusus yang seiring waktu dan paparan panas akan menjadi getas. Tanda visual yang tidak bisa dibohongi adalah munculnya retakan-retakan halus pada badan V-belt. Untuk memastikannya, kamu perlu mengintip atau membongkar penutup CVT dan mengamati bagian V-belt, terutama pada lekukan berbentuk V dan geriginya. 

Keretakan menunjukkan material sudah mencapai batas usia pakainya. Jika retakan ini dibiarkan, ia akan membesar dan menyebabkan V-belt putus total tanpa peringatan lebih lanjut.

​3. Sudah Mencapai Batas Jarak Tempuh yang Direkomendasikan

​Meskipun V-belt bisa bertahan lebih lama atau lebih cepat tergantung gaya berkendara, pabrikan motor dan bengkel umumnya merekomendasikan penggantian V-belt secara rutin. 

Sebaiknya, rencanakan untuk mengganti V-belt setiap motor mencapai kelipatan 15.000 hingga 25.000 kilometer perjalanan. Mengganti V-belt sesuai rekomendasi jarak tempuh adalah langkah pencegahan terbaik. 

Jangan tunda penggantian hanya karena V-belt masih kelihatan bagus. Mengikuti panduan jarak tempuh ini memastikan kinerja motor matic-mu tetap maksimal dan terhindar dari kerusakan mendadak.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore