
Ilustrasi: Baterai mobil listrik Hyundai. (RianAlfianto/JawaPos.com).
JawaPos.com - Mobil listrik kini semakin populer di Indonesia seiring program percepatan kendaraan listrik berbasis baterai (KLBB). Namun, tantangan besar datang dari faktor iklim tropis yang panas dan lembap, yang bisa mempercepat degradasi baterai.
Menurut riset Geotab, suhu tinggi menjadi salah satu penyebab utama berkurangnya kapasitas baterai EV lebih cepat. Ditambah lagi, kebiasaan fast charging yang berlebihan mempercepat penurunan umur baterai.
Oleh karena itu, penting bagi pengguna EV di Indonesia untuk memahami strategi perawatan baterai yang tepat, agar investasi besar mereka tetap awet dan performa kendaraan tidak menurun.
Intinya, perlakuan baterai mobil listrik mirip dengan perawatan baterai smartphone, hanya skalanya lebih besar. Menjaga level daya, suhu, dan pola pengisian akan membuat baterai awet hingga 8–15 tahun tergantung pemakaian.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026: Momentum Garuda Kunci Tiket Semifinal!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Eks Wakil Kepala PPATK: Ada Pola 'Placement' untuk Hilangkan Jejak di Kasus Korupsi dan TPPU Febrie
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
