
Ilustrasi: Baterai mobil listrik Hyundai. (RianAlfianto/JawaPos.com).
JawaPos.com - Mobil listrik kini semakin populer di Indonesia seiring program percepatan kendaraan listrik berbasis baterai (KLBB). Namun, tantangan besar datang dari faktor iklim tropis yang panas dan lembap, yang bisa mempercepat degradasi baterai.
Menurut riset Geotab, suhu tinggi menjadi salah satu penyebab utama berkurangnya kapasitas baterai EV lebih cepat. Ditambah lagi, kebiasaan fast charging yang berlebihan mempercepat penurunan umur baterai.
Oleh karena itu, penting bagi pengguna EV di Indonesia untuk memahami strategi perawatan baterai yang tepat, agar investasi besar mereka tetap awet dan performa kendaraan tidak menurun.
Intinya, perlakuan baterai mobil listrik mirip dengan perawatan baterai smartphone, hanya skalanya lebih besar. Menjaga level daya, suhu, dan pola pengisian akan membuat baterai awet hingga 8–15 tahun tergantung pemakaian.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
