
Sejumlah truk Over Dimensi Over Load (ODOL) melintas di jalan tol Jakarta-Tangerang, Selasa (1/7/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Tahun 2025 menjadi periode penuh tantangan bagi industri kendaraan niaga di Indonesia. Penjualan kendaraan niaga, khususnya truk ringan hingga berat, mengalami tekanan sepanjang semester I 2025.
Menukil catatan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) adanya angka penurunan signifikan pada kategori truk dengan gross vehicle weight (GVW) 5-10 ton, yakni dari 20.891 unit pada Januari–Juni 2024 menjadi 17.891 unit pada periode yang sama tahun ini.
Meskipun begitu di tengah ketidakpastian ekonomi global dan perlambatan daya beli masyarakat, pasar kendaraan niaga tetap menunjukkan potensi pertumbuhan, terutama karena kebutuhan distribusi logistik, e-commerce, serta pembangunan infrastruktur yang masih berjalan.
Kukuh Kumara selaku Sekretaris Umum Gaikindo sempat mengungkapkan saat ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD, Tangerang, Selasa (29/7) bahwa melemahnya penjualan kendaraan niaga sangat dipengaruhi melambatnya proyek infrastruktur dan sektor komoditas yang belum pulih.
"Yang sudah terjadi biasanya kendaraan komersial tergantung dari proyek-proyek yang ada. Bila ekonominya bangkit, komoditi naik, tambang naik, biasanya ikut bergulir. Saat ini kan kondisinya sedang melemah," ujarnya.
Menurutnya hal ini juga berpengaruh pada merek besar yang mengalami penurunan. Contohnya Mitsubishi Fuso sebagai pemimpin pasar segaligus pemain utama di segmen truk, mencatat penurunan penjualan retail dari 13.032 unit pada semester I 2024 menjadi 11.640 unit pada periode yang sama tahun ini.
Sedangkan jenama UD Trucks juga mengalami penurunan dari 816 unit menjadi 764 unit. Merek Jepang selanjutnya adalah Isuzu yang senada mengalami koreksi dari 13.940 unit menjadi 11.294 unit.
"Sektor kendaraan komersial sangat sensitif terhadap dinamika ekonomi nasional. Saat belanja proyek pemerintah maupun swasta menurun, ini akan diikuti permintaan truk sebagai kendaraan pengangkut barang juga turun," ujar Kukuh.
Menurutnya hal ini perlu kebijakan pemerintah yang pro-investor dan berjangka panjang agar pasar kendaraan niaga kembali bergairah.
“Kita perlu kebijakan yang pro-investor, memberikan jaminan jangka panjang bahwa kebijakan itu sustain ya, untuk jangka panjang. Karena mobil itu enggak cukup 5–10 tahun, kita perlu kebijakan yang bisa bertahan sampai 20–30 tahun,” kata Kukuh.
Kukuh optimistis masih ada peluang pemulihan pada paruh kedua 2025. Karena rebound dapat terjadi apabila aktivitas proyek kembali bergerak dan sektor komoditas, termasuk pertambangan, menunjukkan tanda-tanda pulih.
Analisa Pergeseran Kebutuhan Pasar
Melihat kebutuhan pasar kendaraan niaga di tahun 2025 tidak lagi hanya mengandalkan kekuatan mesin dan kapasitas angkut besar. Pelanggan kini mencari kendaraan niaga yang lebih hemat bahan bakar, ramah lingkungan, serta mampu mendukung efisiensi operasional. Beberapa tren yang menonjol antara lain:
1. Efisiensi Bahan Bakar dan Biaya Operasional
Kenaikan harga BBM dan tuntutan efisiensi mendorong pelaku usaha beralih ke kendaraan niaga dengan mesin yang lebih irit, termasuk model hybrid dan listrik.
2. Kendaraan Niaga Ringan untuk E-Commerce
Pertumbuhan belanja online membuat permintaan kendaraan niaga ringan seperti pick-up dan van semakin tinggi, terutama untuk kebutuhan pengiriman last-mile.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
