
Mobil rantis Brimob yang diduga melindas driver ojol sampai meninggal. (Istimewa)
JawaPos.com-Tragedi demonstrasi di Jakarta pada Kamis (28/8) yang menewaskan seorang pengemudi ojek online (ojol) usai digilas rantis Brimob Polri. Kejadian pilu tersebut memicu gelombang kemarahan publik. Video yang beredar menunjukkan sebuah kendaraan taktis (rantis) Brimob melaju kencang di tengah kerumunan massa, hingga menabrak dan melindas korban.
Baca Juga: Persib Bandung Rekrut Striker Prancis Rp6,95 Milyar untuk Lengkapi 11 Pemain Asing, Cek Statistiknya
Pertanyaan besar pun muncul: seperti apa sebenarnya spesifikasi rantis Brimob yang digunakan? Padahal sudah jelas, mobil tersebut dibeli dari pajak, seharusnya untuk mengayomi masyarakat, bukan sebaliknya. Dari rekaman yang viral, kendaraan tersebut diduga merupakan Rantis Rimueng, kendaraan lapis baja yang selama ini dipakai Brimob untuk operasi patroli, pengamanan VVIP, hingga pengendalian massa.
Ironisnya, kendaraan yang dibeli dengan uang rakyat itu justru menjadi penyebab hilangnya nyawa rakyat sendiri. Secara teknis, Rantis Rimueng memiliki dimensi sepanjang 5,33 meter dengan kapasitas 4 orang di dalam kabin dan 8 personel berdiri di sisi kanan-kiri. Seluruh bodinya dilapisi full body armor plate, kaca antipeluru dengan standar NIJ level 3, serta dirancang tahan terhadap serangan senjata ringan.
Tenaganya disokong mesin 3.200 cc yang mampu melaju hingga 100 km/jam di jalan perkotaan. Kendaraan ini bahkan bisa menaklukkan medan ekstrem dengan tanjakan hingga 60 derajat. Tak hanya itu, rantis Brimob juga dilengkapi mounting gun senapan serbu serta dua pelontar gas air mata kaliber 38 mm dengan kapasitas 15 peluru.
Meski populer disebut Rimueng yang berarti harimau dalam bahasa Aceh, sejumlah sumber menyebut kendaraan tersebut sejatinya merupakan IAG Guardian, produk buatan International Armored Group (IAG) asal Kanada. Guardian sendiri masuk kategori APC (Armored Personnel Carrier) ringan yang kini digunakan di lebih dari 100 negara.
Kehadiran kendaraan militer dengan spesifikasi seganas ini di tengah demonstrasi sipil kini menuai kritik. Publik mempertanyakan proporsionalitas penggunaan rantis berlapis baja dalam situasi unjuk rasa, terlebih setelah insiden mengenaskan yang merenggut nyawa seorang driver ojol.
Bagi banyak orang, tragedi ini bukan sekadar kecelakaan, melainkan simbol ketidakpekaan aparat dalam menggunakan alat perang di jalanan kota. (*)

Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026: Green Force Bisa Sapu Bersih Laga!
Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026, Bruno Moreira Siap Hadapi Teror Bonek!
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Jaga Asa ke Semifinal!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026, Kesempatan Terakhir Macan Kemayoran ke Semifinal
Jadwal Aston Villa vs Indonesia All Stars: Jam Kick-off, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
