
Ilustrasi: Mengisi ulang angin ban sepeda motor. (Motorcycle).
JawaPos.com - Banyak pengendara masih berpikir kalau isi ban dengan angin biasa atau nitrogen itu sama saja. Padahal, faktanya nitrogen punya banyak keunggulan yang bisa bikin perjalanan lebih aman, nyaman, sekaligus membuat ban jauh lebih awet.
Tidak heran kalau sekarang banyak bengkel resmi maupun modern yang merekomendasikan penggunaan nitrogen dibanding angin biasa.
Dengan tekanan yang lebih stabil, suhu yang terjaga, sampai perlindungan ekstra terhadap ban dan velg, nitrogen jelas memberikan keuntungan jangka panjang.
Kalau kamu ingin ban motor atau mobil tetap awet dan performa berkendara meningkat, sebaiknya mulai pertimbangkan isi ban dengan nitrogen. Berikut lima kelebihan utamanya seperti dirangkum dari laman Wuling Indonesia.
Ban yang diisi nitrogen cenderung memiliki suhu lebih rendah dan stabil saat digunakan. Kondisi ini membuat karet ban tidak cepat memuai sehingga daya cengkram ban terhadap permukaan jalan lebih optimal.
Hasilnya, kendaraan lebih stabil saat melaju, baik di jalan basah maupun kering. Selain itu, karena tekanan dan suhu lebih terkontrol, ban juga tidak cepat aus, sehingga umur pakainya bisa lebih panjang dibanding ban yang diisi angin biasa.
Nitrogen tidak mudah terkontaminasi dengan uap air atau terpengaruh oleh perubahan suhu lingkungan. Inilah yang membuat tekanan ban lebih konsisten dalam jangka waktu lama.
Kalau pakai angin biasa, ban sering kempes karena oksigen bercampur dengan uap air yang bisa berubah volumenya tergantung suhu.
Dengan nitrogen, kamu tidak perlu sering-sering mampir ke pom bensin hanya untuk isi angin, karena tekanan ban bisa bertahan lebih lama.
Salah satu masalah dari ban yang diisi angin biasa adalah lebih cepat kempes sehingga bentuk ban berubah. Kalau dibiarkan, hal ini bisa menyebabkan dinding ban lebih cepat retak atau bahkan pecah.
Dengan nitrogen, tekanan dalam ban jauh lebih stabil, sehingga ukuran dan bentuk ban tetap terjaga. Hal ini sangat penting untuk menjaga kenyamanan berkendara sekaligus mengurangi risiko kerusakan dini pada ban.
Angin biasa mengandung oksigen yang bisa menyebabkan oksidasi atau karat, baik pada lapisan dalam ban maupun pada velg. Lama-kelamaan hal ini bisa merusak struktur ban dan membuat velg lebih cepat korosi.
Nitrogen, sebaliknya, adalah gas inert yang tidak bereaksi dengan material ban maupun velg. Dengan begitu, penggunaan nitrogen bisa memperpanjang usia ban sekaligus menjaga velg tetap awet dan bebas dari karat.
Ketika kendaraan melaju kencang, ban akan mengalami gesekan dan tekanan yang meningkatkan suhunya.
Ban yang diisi angin biasa biasanya lebih cepat panas, sehingga karet menjadi melunak dan aus lebih cepat.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
