
Ilustrasi: Turun mesin, salah satu hal yang paling ditakuti pemilik kendaraan bermotor. (Cycle Dynamics).
JawaPos.com - Pernah nggak kamu panik karena motor tiba-tiba ngeluarin asap putih dari knalpot, suaranya kasar, atau bahkan susah banget dihidupin? Banyak orang baru sadar kalau itu tanda bahaya ketika motornya udah terlanjur harus turun mesin.
Padahal, gejala seperti ini sebenarnya bisa dicegah kalau kamu lebih rajin merawat motor. Turun mesin alias overhaul bukan masalah kecil. Biayanya mahal, waktunya lama, dan bikin kamu repot karena motor nggak bisa dipakai.
Nah, biar kamu nggak menyesal, yuk kenali kebiasaan sehari-hari yang ternyata bisa jadi penyebab utama motor harus turun mesin seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia!
1. Telat Ganti Oli
Oli itu ibarat darah buat motor kamu. Kalau kamu telat ganti oli, pelumasan mesin jadi nggak maksimal. Oli yang udah lama dipakai bisa teroksidasi, jadi kental, dan bercampur sama kotoran atau serpihan logam.
Akibatnya, gesekan logam ke logam bikin piston, ring piston, sampai bearing crankshaft cepat aus. Kalau udah parah, piston bisa macet atau ring piston patah, dan ujung-ujungnya ya turun mesin. Idealnya, ganti oli tiap 2.000-4.000 km sesuai rekomendasi pabrikan.
2. Malas Servis Rutin
Servis berkala itu bukan cuma ganti oli, tapi juga ngecek kondisi motor secara keseluruhan. Filter udara yang kotor, busi aus, atau sistem bahan bakar yang bermasalah bisa bikin performa motor drop.
Kalau kamu sering skip servis, masalah kecil ini bisa numpuk dan bikin kerusakan serius di mesin. Jadi, jangan anggap remeh jadwal servis rutin.
3. Sering Nekat Nerjang Banjir
Kebiasaan nerjang banjir bikin risiko air masuk ke mesin motor. Air bisa nyusup lewat karburator, intake udara, atau seal yang udah aus. Kalau air bercampur sama oli, pelumasan jadi kacau dan muncul karat di bagian vital kayak piston dan silinder.
Bahkan, kalau air sampai masuk ruang bakar, bisa terjadi hydro lock alias mesin terkunci. Dampaknya? Mesin bisa langsung rusak total.
4. Air Radiator Jarang Diganti
Buat motor dengan pendingin cair, radiator itu kunci penting biar mesin nggak overheat. Kalau kamu jarang ganti air radiator, endapan kotoran dan karat bisa nyumbat aliran pendingin.
Mesin jadi gampang panas, kepala silinder bisa melengkung, sampai ring piston keras. Supaya aman, sebaiknya ganti air radiator tiap 1 tahun atau 10.000 km dengan cairan yang sesuai rekomendasi pabrikan.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
