
BMW Astra tak menerima tukar tambah mobil bekas banjir.
JawaPos.com - Membeli mobil bekas memang menjadi alternatif menarik bagi banyak orang yang ingin memiliki kendaraan pribadi dengan harga lebih terjangkau. Namun, tak semua mobil bekas layak dibeli, terutama jika mobil tersebut pernah terendam banjir.
Meskipun tampilan luar bisa saja tampak mulus setelah dibersihkan, bukan berarti kondisi mesinnya masih prima. Air banjir bisa menyusup ke berbagai komponen penting mobil dan menimbulkan kerusakan jangka panjang yang tidak selalu terlihat sejak awal.
Sebelum kamu memutuskan untuk membeli mobil bekas dengan riwayat banjir, ada baiknya memahami sejumlah risiko yang mengintai. Mulai dari kerusakan sistem kelistrikan, pengereman, hingga biaya perbaikan yang sangat tinggi.
Kendaraan yang pernah terendam air tidak hanya berisiko mengalami penurunan performa, tapi juga dapat membahayakan keselamatan jika digunakan tanpa perbaikan menyeluruh.
Berikut ini 5 resiko utama yang wajib kamu pertimbangkan saat membeli mobil bekas banjir seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia!
1. Kerusakan Mesin
Salah satu kerusakan paling serius akibat banjir adalah gangguan pada mesin. Air yang masuk ke dalam ruang mesin dapat merusak komponen penting seperti sistem pembakaran hingga transmisi.
Bahkan, dalam kondisi tertentu, bisa terjadi water hammer, yakni ketika air masuk ke ruang bakar dan menyebabkan piston atau batang penghubung rusak. Perbaikan mesin dalam kondisi ini bisa sangat mahal dan kompleks.
2. Gangguan Sistem Kelistrikan
Air dan sistem kelistrikan jelas bukan kombinasi yang baik. Mobil bekas banjir sangat berisiko mengalami korsleting karena air bisa merusak ECU (Engine Control Unit) dan jalur kelistrikan lainnya.
Dampaknya bisa dirasakan pada berbagai fitur kendaraan, seperti AC, sistem hiburan, lampu, hingga panel instrumen. Perbaikannya pun tidak murah karena banyak komponen yang harus diganti.
3. Korosi di Bawah Mobil
Banjir dapat mempercepat terjadinya karat atau korosi, terutama pada bagian bawah kendaraan. Kandungan garam dan zat kimia dalam air banjir dapat merusak rangka, sistem suspensi, dan komponen logam lainnya. Jika korosi dibiarkan, struktur mobil bisa melemah dan membahayakan pengemudi maupun penumpang.
4. Kerusakan Sistem Pengereman
Sistem rem yang pernah terendam air memiliki risiko tinggi mengalami kerusakan. Komponen seperti cakram dan kampas rem bisa berkarat atau menjadi aus, sehingga pengereman tidak lagi optimal. Ini tentu membahayakan, terutama jika mobil digunakan untuk perjalanan jauh atau di medan yang menantang.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
