
Mobil yang berselimut kamuflase diduga Hyundai Stargazer terbaru.
JawaPos.com - Model mobil baru yang diduga merek Hyundai tertangkap kamera saat sedang melakukan uji jalan. Terlihat sedang diuji jalan di Tol arah Pejagan, dengan menggunakan kamuflase dan beristirahat di rest area 102, Kamis (19/6) sekitar pukul 18,36 WIB.
Meskipun dibalut dengan kamuflase, mobil baru Hyundai yang sedang melakukan uji jalan tersebut diduga adalah Stargazer Facelift. Dugaan bahwa mobil tersebut adalah model Stargazer facelift terlihat dari bentuk bodi nya yang serupa.
Tampilan dari depan mobil yang berselimut kamuflase.
Selain itu alasan yang menguatkan adalah Hyundai telah mendaftarkan kode mobil baru pada laman Samsat PKB Jakarta. Dimana disebutkan kode STRGZRCARTEN yang diduga merupakan kode mobil baru untuk model Stargazer facelift.
Bahkan dalam daftar tersebut terdapat enam trim STRGZRCARTEN yang didaftarkan oleh Hyundai dengan Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) dimulai dari Rp155 juta sampai Rp 197 juta.
Tabel .
Perlu diketahui bahwa NJKB bukan sebagai harga Real ke umum, melainkan harga tersebut hanya menunjukkan nilai kendaraan sebelum dikenakan pajak penjualan seperti BBNKB, PPh, PPN dan lain-lain.
Di sisi lain sebelumnya Chief Operating Officer (COO) PT HMID Fransiscus Soerjopranoto tidak menyangkal ketika disinggung akan ada Stargazer baru meskipun tidak memberikan jawaban secara pasti.
“Nanti kita infokan tunggu waktunya saja, yang pasti kita akan melihat mana (model) yang akan diprioritaskan untuk diperkenalkan. Tunggu saja tanggal mainnya, teaser-nya kan sudah ada,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Desain velg dari varian baru yang diduga Hyundai Stargazer baru.
Dirinya hanya menegaskan kalau pihaknya ingin menghadirkan model baru dan diproduksi secara lokal atau completely knocked down (CKD) di pabrik Cikarang, Jawa Barat.
Selama ini Hyundai di Indonesia memang telah memproduksi model Creta, Stargazer, Ioniq 5, Kona Electric, dan Santa Fe. Maka bukan tidak mungkin kalau Stargazer facelift akan meluncur dalam waktu dekat.
“Kita ingin produksinya itu ada di lokal, di Indonesia, kapasitas produksi kita masih ada. Kapasitas kita 250.000, sekarang baru terpakai 100.000. Ini bisa kita naikkan. Selain itu kita bisa menambah kira-kira negara mana yang akan menjadi target kita,” pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
