
Jaecoo J8 AWD saat menerabas kubangan lumpur dalam sesi off-road pada media test drive di Sentul, Kabupaten Bogor (16/6). (Dinarsa Kurniawan/JawaPos.com)
JawaPos.com-Jaecoo telah membawa mobil andalan mereka ke Indonesia, Jaecoo J8 AWD, meskipun belum di-launching secara resmi. Sport utility vehicle (SUV) tersebut direncanakan baru akan diluncurkan di tanah air dalam waktu dekat.
Sebelum diperkenalkan secara luas kepada masyarakat, para wartawan diberi kesempatan untuk merasakan sensasi kemewahan sekaligus ketangguhan SUV besutan brand asal Tiongkok itu pada event media test drive yang dilangsungkan di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (16/6).
’’Jaecoo J8 AWD mewakili generasi baru SUV premium, bukan hanya menghadirkan untuk Indonesia,’’ terang Country Director Jaecoo Indonesia Max Zhou yang ikut datang menemani rombongan wartawan mencoba langsung performa mobil tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, para awak media, termasuk wartawan JawaPos.com mendapatkan kesempatan untuk mengendarai Jaecoo J8 AWD di medan off-road yang cukup menantang. Mulai jalanan menanjak yang lumayan ekstrem, menerabas bebatuan, hingga masuk ke dalam kubangan lumpur.
Ketika mode berkendara sudah disetel ke off-road, semua rintangan tersebut bisa dilalui nyaris effortless. Bahkan ketika menghadapi rintangan jalanan yang tidak rata, hingga membuat tak semua roda mendapatkan traksi, dengan sekali gas, mobil dengan dimensi panjang 4.820 mm, lebar 1.930, dan tinggi 1.710 mm itu mampu melewati halangan nyaris effortlessly.
Rintangan off-road mampu dilewati dengan aman meski tak semua roda menapak tanah. (Jaecoo Indonesia)
Itu karena mobil tersebut telah mengadopsi teknologi Ardis (all road drive intelligent system), yang di dalamnya termasuk sistem 4WD Vectoring. Teknologi 4 WD Vectoring memungkinkan mobil mampu menjaga traksi dan stabilitas kendaraan secara optimal tanpa hambatan berarti. ’’Bahkan ketika satu sisi roda, seperti salah satu roda terangkat dari permukaan, sistem cerdas kendaraan secara otomatis mendistribusikan tenaga ke roda lainnya. Ini memastikan mobil tetap melaju dengan responsif dan aman,” ucap Max Zhou.
Selain itu, teknologi Ardis juga termasuk fitur Dynamic Climbing yang memungkinkan mobil mampu memanjat hingga ketinggian 22 derajat, 7 mode berkendara, serta kemampuan mengarungi kubangan hingga kedalaman 600 milimeter.
Tak hanya itu, saat menjelajahi rute off-road, penumpang dan pengemudi masih merasa nyaman di dalam mobil. Berbicara soal performa, Jaecoo J8 AWD menggendong mesin bensin berkapasitas 1.999 cc turbocharged dengan 257 Hp dan torsi 390 Nm. Lalu, ketika melalui jalanan yang ekstrem, orang-orang yang menumpang mobil tersebut juga terjamin keamanannya karena Jaecoo J8 AWD telah dilengkapi dengan 19 ADAS plus 10 airbag.
Tak hanya tangguh, tetapi mobil yang membidik pasar menengah ke atas itu juga sangat mewah dan nyaman. Desain eksterior yang tegas dipadukan dengan kabin premium berlapis kulit Nappa, dilengkapi captain seat yang memiliki fitur pijat, ventilasi, dan pemanas, memberikan pengalaman berkendara kelas satu bagi pengemudi dan penumpang. Selain itu, teknologi suspensi Active CDC (Continuous Damping Control) mampu merespons kondisi jalan secara real-time, memberikan rasa berkendara yang halus dan stabil.
Mengenai desain, Max Zhou menuturkan, bahwa Jaecoo J8 AWD terinspirasi dari Land Rover Range Rover Velar, karena memang mereka berasal dari perusahaan induk yang sama, yaitu Chery Jaguar Land Rover. Kendati demikian, Max Zhou menjelaskan bahwa Jaecoo J8 AWD telah dikembangkan lebih lanjut dari sisi performa serta kemewahannya.
Tentu, dengan performa gahar plus kenyamanan yang dihadirkan oleh Jaecoo J8 AWD, awak media pun bertanya-tanya, kapan mobil tersebut akan diluncurkan, dan bakal dipasarkan pada kisarah harga berapa? Namun, pihak pabrikan otomotif yang juga sub-brand dari Chery itu masih memilih menutup informasinya rapat-rapat. ’’Secepatnya kami akan mengumumkan kapan Jaecoo J8 akan di-launching. Nanti, sekaligus kami juga bakal mengumumkan harganya,’’ seru Max Zhou sembari berteka-teki.
Walau belum mendapatkan info jelas mengenai peluncuran dan harganya, Max Zhou menjelaskan bahwa mobil tersebut sudah dirakit di Indonesia secara completety knock down (CKD) di Indonesia dan sudah memiliki TKDN (tingkat komponen dalam negeri) mencapai 40 persen. Dia pun mengatakan bahwa pihaknya segera membangun pabrik di Indoensia, sehingga memungkinkan penggunaan komponen lokalnya meningkat lebih dari 40 persen. (*)

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
