
Ilustrasi motor matic (Kroshka__nastya/Freepik)
JawaPos.com - Motor matic memang jadi pilihan banyak orang karena praktis dan gampang dikendarai.
Tapi, kadang tanpa sadar, kita punya kebiasaan yang justru bikin motor kesayangan cepat rusak.
Terlihat sepele, tapi dampaknya bisa panjang jika ini dibiarkan terus-menerus.
Dilansir dari kanal YouTube Wonderwheels Indonesia (23/5), kenali lima kebiasaan yang bisa bikin motor matic cepat rusak berikut ini.
1. Malas Ganti Oli
Oli itu perannya penting sekali untuk motor. Sayangnya, banyak yang suka menunda-nunda untuk ganti oli.
Alasannya bermacam-macam, seperti “Motornya masih enak” atau “Belum waktunya”. Padahal, oli punya batas maksimal kerja dan kemampuan.
Untuk oli standar, biasanya disarankan ganti tiap 3 bulan atau setelah motor menempuh 3.000 km.
Jika memakai oli yang kualitasnya lebih tinggi seperti Ipon atau Motul, jaraknya bisa lebih panjang, sekitar 3.000 sampai 5.000 km.
Tapi tetap saja, mengganti oli secara rutin jauh lebih aman untuk menjaga performa motor.
Khusus untuk motor matic yang tak punya radiator, oli punya peran ganda, yakni bukan cuma sebagai pelumas, tapi juga membantu menjaga suhu mesin tetap stabil.
Jadi, jangan tunggu sampai mesin panas atau performa turun dulu baru mengganti oli.
2. Habis Cuci Motor, Langsung Disimpan
Motor yang habis dicuci lalu langsung disimpan bisa menyebabkan karat di bagian logam, seperti rangka, knalpot, atau baut.
Air yang tersisa seringkali mengendap di tempat-tempat tersembunyi dan lama-lama bisa memicu korosi.
Solusinya simple, setelah mencuci motor, pakai dulu sekitar 10 menit untuk membantu menguapkan sisa air.
Jika tak sempat dipakai, cukup jemur sebentar sebelum disimpan ke dalam garasi sehingga dapat menghindari karat dan memperpanjang usia komponen motor.
3. Pakai BBM Tidak Sesuai Rekomendasi
Setiap motor punya spesifikasi BBM tersendiri. Misalnya direkomendasikan pakai RON 92, tapi diisi RON 90, itu bisa memengaruhi kinerja mesin.
Tarikan bisa terasa berat, konsumsi bensin lebih boros, dan mesin bekerja lebih keras dari seharusnya.
Jika memang terpaksa pakai BBM dengan oktan lebih rendah saat kondisi tertentu, seperti saat touring di daerah yang pilihan BBM-nya terbatas, masih bisa ditoleransi.
Tapi untuk pemakaian harian, sebaiknya kembali memakai BBM sesuai anjuran dari pabrikan.
4. Modifikasi Pakai Part Abal-Abal
Modifikasi motor boleh-boleh saja, tapi harus hati-hati dalam memilih part.
Mengganti komponen seperti roller CVT dengan part murah tanpa merek yang jelas bisa menimbulkan masalah baru.
Niatnya ingin berhemat, tapi bisa berujung pada kerusakan yang lebih parah lagi.
Jika ingin memodifikasi, lebih baik gunakan part dari merek yang sudah dikenal kualitasnya dan banyak direkomendasikan, terutama buat motor yang dipakai harian atau jarak jauh.
5. Malas Servis Berkala
Servis rutin bukan cuma soal ganti oli atau cek busi. Di situ juga dilakukan pengecekan kondisi kampas rem, CVT, kelistrikan, dan filter udara.
Jika salah satu bagian bermasalah tapi tak langsung ditangani, bisa menjalar ke komponen lain.
Motor matic sangat mengandalkan sistem CVT. Jika jarang dicek, performa bisa menurun dan tarikannya jadi tak enak.
Maka dari itu, servis rutin mampu membantu mendeteksi masalah lebih awal sebelum kerusakan makin parah.
***

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
