Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Mei 2025 | 18.55 WIB

5 Kebiasaan Sepele yang Bikin Motor Matic Cepat Rusak, Nomor 2 Sering Tak Disadari

Ilustrasi motor matic (Kroshka__nastya/Freepik) - Image

Ilustrasi motor matic (Kroshka__nastya/Freepik)


JawaPos.com
 - Motor matic memang jadi pilihan banyak orang karena praktis dan gampang dikendarai.

Tapi, kadang tanpa sadar, kita punya kebiasaan yang justru bikin motor kesayangan cepat rusak.

Terlihat sepele, tapi dampaknya bisa panjang jika ini dibiarkan terus-menerus.

Dilansir dari kanal YouTube Wonderwheels Indonesia (23/5), kenali lima kebiasaan yang bisa bikin motor matic cepat rusak berikut ini.

1. Malas Ganti Oli

Oli itu perannya penting sekali untuk motor. Sayangnya, banyak yang suka menunda-nunda untuk ganti oli.

Alasannya bermacam-macam, seperti “Motornya masih enak” atau “Belum waktunya”. Padahal, oli punya batas maksimal kerja dan kemampuan.

Untuk oli standar, biasanya disarankan ganti tiap 3 bulan atau setelah motor menempuh 3.000 km.

Jika memakai oli yang kualitasnya lebih tinggi seperti Ipon atau Motul, jaraknya bisa lebih panjang, sekitar 3.000 sampai 5.000 km.

Tapi tetap saja, mengganti oli secara rutin jauh lebih aman untuk menjaga performa motor.

Khusus untuk motor matic yang tak punya radiator, oli punya peran ganda, yakni bukan cuma sebagai pelumas, tapi juga membantu menjaga suhu mesin tetap stabil.

Jadi, jangan tunggu sampai mesin panas atau performa turun dulu baru mengganti oli.

2. Habis Cuci Motor, Langsung Disimpan

Motor yang habis dicuci lalu langsung disimpan bisa menyebabkan karat di bagian logam, seperti rangka, knalpot, atau baut.

Air yang tersisa seringkali mengendap di tempat-tempat tersembunyi dan lama-lama bisa memicu korosi.

Solusinya simple, setelah mencuci motor, pakai dulu sekitar 10 menit untuk membantu menguapkan sisa air.

Jika tak sempat dipakai, cukup jemur sebentar sebelum disimpan ke dalam garasi sehingga dapat menghindari karat dan memperpanjang usia komponen motor.

3. Pakai BBM Tidak Sesuai Rekomendasi


Setiap motor punya spesifikasi BBM tersendiri. Misalnya direkomendasikan pakai RON 92, tapi diisi RON 90, itu bisa memengaruhi kinerja mesin.

Tarikan bisa terasa berat, konsumsi bensin lebih boros, dan mesin bekerja lebih keras dari seharusnya.

Jika memang terpaksa pakai BBM dengan oktan lebih rendah saat kondisi tertentu, seperti saat touring di daerah yang pilihan BBM-nya terbatas, masih bisa ditoleransi.

Tapi untuk pemakaian harian, sebaiknya kembali memakai BBM sesuai anjuran dari pabrikan.

4. Modifikasi Pakai Part Abal-Abal


Modifikasi motor boleh-boleh saja, tapi harus hati-hati dalam memilih part.

Mengganti komponen seperti roller CVT dengan part murah tanpa merek yang jelas bisa menimbulkan masalah baru.

Niatnya ingin berhemat, tapi bisa berujung pada kerusakan yang lebih parah lagi.

Jika ingin memodifikasi, lebih baik gunakan part dari merek yang sudah dikenal kualitasnya dan banyak direkomendasikan, terutama buat motor yang dipakai harian atau jarak jauh.

5. Malas Servis Berkala

Servis rutin bukan cuma soal ganti oli atau cek busi. Di situ juga dilakukan pengecekan kondisi kampas rem, CVT, kelistrikan, dan filter udara.

Jika salah satu bagian bermasalah tapi tak langsung ditangani, bisa menjalar ke komponen lain.

Motor matic sangat mengandalkan sistem CVT. Jika jarang dicek, performa bisa menurun dan tarikannya jadi tak enak.

Maka dari itu, servis rutin mampu membantu mendeteksi masalah lebih awal sebelum kerusakan makin parah.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore