
Ilustrasi mobil listrik mengisi daya. (istockphoto)
JawaPos.com – Perusahaan otomotif besar seperti Honda dan Toyota tengah berlomba mengembangkan teknologi baterai solid-state untuk kendaraan listrik (EV).
Teknologi ini digadang-gadang sebagai lompatan besar dalam dunia baterai. Menjanjikan pengisian ulang lebih cepat, keamanan yang lebih baik, serta kepadatan energi yang lebih tinggi dibandingkan baterai lithium-ion konvensional.
Baterai solid-state menggantikan elektrolit cair yang digunakan dalam baterai lithium-ion dengan bahan padat. Elektrolit ini berfungsi sebagai medium yang memungkinkan pergerakan ion antara anoda dan katoda selama proses pengisian dan pelepasan daya.
Dengan menggunakan bahan padat, baterai solid-state berpotensi mengurangi risiko kebakaran dan meningkatkan efisiensi penyimpanan energi.
Keunggulan dan tantangan
Selain menawarkan keamanan lebih tinggi, baterai solid-state dapat menggunakan anoda berbahan lithium murni, yang memiliki kapasitas penyimpanan energi jauh lebih besar dibandingkan anoda grafit yang lazim digunakan saat ini.
Bahkan, Toyota mengklaim bahwa teknologi ini dapat meningkatkan jangkauan kendaraan hingga 70 persen dan memangkas waktu pengisian daya dari 30 menit menjadi hanya 10 menit.
Namun, tantangan dalam pengembangan baterai solid-state tidak sedikit. Lithium murni sangat reaktif dan mudah terbakar, sehingga para produsen harus memastikan baterai tetap aman dalam berbagai kondisi.
Selain itu, biaya produksi yang tinggi serta kesulitan membawa teknologi ini dari laboratorium ke produksi massal membuat banyak perusahaan masih berhati-hati.
Langkah Honda dan perusahaan lainnya
Honda pada November lalu mengumumkan pembangunan lini produksi uji untuk baterai solid-state. Langkah ini bertujuan memahami proses manufaktur dan bahan yang paling efisien untuk skala produksi tinggi.
Sementara itu, stellantis bersama mitra teknologinya, Factorial, berencana menguji baterai semi-solid-state pada armada Dodge Charger Daytona EV mulai 2026.
Tak kalah ambisius, perusahaan otomotif Tiongkok, Chery, mengklaim tengah mengembangkan jalur produksi baterai all-solid-state pertama di dunia dengan kapasitas lebih dari 1 GWh. Cukup untuk menyuplai 100.000 kendaraan listrik.
Menuju produksi massal
Meskipun telah dikembangkan sejak lebih dari satu dekade lalu, baterai solid-state masih belum diproduksi secara massal untuk kendaraan listrik.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
