Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 Maret 2025 | 05.44 WIB

GWM Masih Pertimbangkan Intensif untuk Bawa Sub-Brand Ora ke Indonesia

Ora 3 2024. (carnewschina.com) - Image

Ora 3 2024. (carnewschina.com)

 
 
JawaPos.com-Brand otomotif asal Tiongkok, Great Wall Motor (GWM) sudah sejak lama ingin membawa sub-brand kendaraan listriknya yakni Ora ke Indonesia. Hanya saja, sampai saat ini masih belum benar-benar terwujud.
 
 
Director Planning, Product, Development, Logistic, and Aftersales GWM Indonesia, Constantinus Herlijoso, mengatakan, pihaknya bergerak lambat dalam menghadirkan Ora lantaran memang sedang mengusahakan untuk mendapatkan insentif mobil listrik.
 
“Kita sedang mengusahakan supaya mendapatkan insentif, karena untuk jangka panjangnya sebenarnya kami merencanakan. Kenapa kita agak lambat? Karena kami merencanakan untuk merakit di Wanaherang,” kata Constantinus di Jakarta, Rabu (19/3).
 
Adapun GWM memang memiliki pabrik di Wanaherang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pabrik GWM yang berlokasi di Inchcape Manufacturing Facility ini memiliki luas 20.277 meter persegi, dari total luas fasilitas 411.392 meter persegi. 
 
Pabrik GWM memiliki kapasitas produksi sekitar 7.000 unit per tahun dan dikelola oleh sekitar 100 personel khusus di bidang produksi, manajemen kualitas, teknik, dan logistik.
 
“Karena kami punya fasilitas perakitan, kami akan memasakkan fasilitas yang kami miliki. Kenapa jadinya agak lama? Karena memang dimantapkan dulu segala sesuatu,” jelas dia.
 
Menurutnya, perakitan EV di dalam negeri juga memiliki banyak pertimbangan, seperti mengenai harga. Sebab, harga juga menentukan persaingan dari produk tersebut di pasar.
 
“Karena kita tahu kalau kita impor CBU dengan fasilitas kan bayar masuknya nol, pajak barang mewah nol gitu ya. Sementara kalau kita merakit kan ada investasi yang kita harus tanggung juga. Jadi ini yang membuat agak tricky sebenarnya, kalau kita bicara itu ya,” ungkapnya.
 
Sampai saat ini GWM masih menimang-nimang apakah akan meluncurkan Ora di Indonesia. Meskipun peluncuran tersebut sudah hampir bisa dipastikan.
 
“Sementara kalau CBU kan boleh dibilang belum pakai modal ya. Belum pakai modal, bayar masuk nol, luxury tax nol. Harganya bisa kompetitif. Tapi begitu dirakit, kenapa jadi mahal ya? Itu yang harus kita pikirkan matang-matang,” tutur dia. (*)
 
Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore