Meski sudah lawas, sudah tua, tapi rem tromol ini masih banyak digunakan hingga saat ini. Rem tromol menjadi pendamping sejati rem cakram, baik itu di mobil atau sepeda motor.
Khusus di sepeda motor, komponen pada rem tromol ini relatif sederhana, nggak banyak. Hal tersebut berbeda dengan mobil yang lebih kompleks mengingat ukurannya juga lebih besar.
Pertama adalah brake pedal atau tuas rem, merupakan komponen yang menjadi media untuk menghidupkan atau mengoperasikan sistem pengereman. Terdapat dua jenis cara pengoperasian tuas atau pedal rem tromol, yaitu ditekan dan diinjak.
Pedal rem tromol yang dioperasikan dengan cara diinjak biasanya terdapat pada jenis motor bebek atau motor kopling. Sedangkan tuas rem yang dioperasikan dengan cara ditekan menggunakan tangan terdapat pada motor matic menggunakan mekanisme sling atau kabel baja.
Komponen kedua adalah kampas rem atau yang memiliki istilah lain brake lining, atau dikenal juga brake pad adalah komponen rem yang memiliki fungsi untuk memperlambat laju roda sepeda motor. Kampas rem terbuat dari bahan yang tahan terhadap suhu tinggi sehingga tidak mudah bengkok.
Selanjutnya ada yang disebut sebagai brake shoe. Brake shoe atau yang memiliki nama lain sepatu rem memiliki bentuk persegi panjang dan melengkung mirip dengan kampas rem. Dalam sistem rem tromol, biasanya menggunakan dua sepatu rem.
Fungsi dari brake shoe adalah sebagai tempat dudukan ketika kampas menempel pada rem tromol. Pada sepeda motor, sepatu rem harus diganti secara rutin bersamaan dengan penggantian kampas rem. Biasanya, komponen ini dijual satu paket dengan kampas rem.
Lanjut ada vrake cam atau tuas penggerak merupakan komponen yang memiliki fungsi untuk menggerakkan brake shoes atau sepatu rem. Saat proses pengereman, tuas penggerak akan bekerja sama dengan cam yang terletak di ujung tuas.
Saat tuas penggerak bekerja, cam akan mendorong sepatu rem sehingga sepatu rem menekan kampas rem pada permukaan drum brake.
Berikutnya ada tuas penghubung, yaitu komponen rem tromol yang terletak di luar drum brake, namun memiliki fungsi yang penting dalam sistem pengereman. Pada motor bebek atau kopling, tuas penghubung memiliki bentuk berupa batangan besi yang menghubungkan pedal rem dengan tuas penggerak.
Sedangkan pada motor yang menggunakan rem tangan, tuas penghubung tidak menggunakan batangan besi namun menggunakan kawat sebagai media penghubung.
Lalu ada lagi yang namanya return spring atau pegas pengembali. Komponen ini terletak di antara dua sepatu rem dan memiliki fungsi untuk mengembalikan sepatu rem kepada posisi semula setelah proses pengereman selesai dilakukan.
Cara kerja komponen ini yaitu ketika proses pengereman dilakukan, sepatu rem akan menekan drum brake yang menyebabkan renggangnya pegas di antara 2 sepatu. Kemudian saat pedal rem dilepas, pegas akan menarik dua sepatu dari drum brake sehingga roda bisa berputar kembali.
Tiga terakhir yakni brake cam lever memiliki fungsi yang tidak jauh berbeda dari tuas penggerak, yaitu untuk menggerakkan sepatu rem menekan kampas pada drum brake sehingga tromol rem ikut tertekan. Letak komponen ini di ujung tuas dekat dengan brake cam.
Sementara anchor atau pivot pin merupakan komponen yang memiliki bentuk tabung seperti baut besar dan berlokasi di pangkal brake shoe atau sepatu rem. Fungsi dari komponen pivot pin adalah menjaga agar posisi sepatu rem selalu berada di pangkal sehingga pergerakan buka dan tutup rem berjalan dengan lancar.
Lalu ada yang namanya brake drum atau juga disebut dengan tromol rem itu sendiri, adalah komponen rem yang terbuat dari baja tuang dan memiliki tekstur padat dan tahan terhadap panas. Letak komponen ini adalah berada di tengah-tengah roda belakang sepeda motor.
Tromol rem terbuat dari bahan tahan panas karena komponen ini berfungsi sebagai tempat bergeseknya kampas rem sehingga putaran roda akan melambat dan laju kendaraan akan berkurang.