JawaPos.com - Lampu penerangan atau sistem pencahayaan dibutuhkan ketika kita berkendara, baik sebagai isyarat atau agar kamu dapat melihat dan dilihat pengguna jalan lain. Tidak heran jika lampu memegang peran sangat penting dalam menjaga ketertiban dan keselamatan berkendara.
Perihal membantu melihat kondisi jalan, terdapat lampu jarak dekat (low beam) maupun lampu jarak jauh (high beam) yang bisa kita pakai. Lampu dekat merupakan lampu utama yang dipakai ketika berkendara di malam hari sebagi media penerangan utama.
Sementara lampu jarak jauh atau lampu dim merupakan lampu yang dipakai untuk melihat jauh ke depan atau memberi isyarat pada pengguna jalan lainnya. Penggunaan lampu ini yang perlu pengetahuan dan etika lebih.
Tidak banyak yang paham etika yang benar dalam menggunakan lampu jarak jauh (high beam) atau biasa disebut lampu dim ini. Sehingga terkadang membuat pengguna jalan lainnya merasa terganggu dan berpotensi memicu pertengkaran lantaran tersulut emosi.
Menyalakan lampu dim bisa digunakan saat kita ingin melihat petunjuk jalan atau memastikan kondisi jalan di depan di malam hari. Lampu jauh juga dipakai sebagai alat komunikasi dengan kendaraan lain yang posisinya jauh di depan.
Bisa juga dim dinyalakan ketika hendak melewati tikungan, sebagai informasi kendaraan dari lawan arah ada mobil yang hendak melintas. Termasuk, memanfaatkan lampu dim untuk memberi isyarat kendaraan lain di depan yang mau kita dahului.
Dikutip dari laman Toyota Astra, dalam menggunakan lampu dim disarankan tidak dinyalakan secara terus-menerus selama perjalanan. Sebab sinarnya bisa menyilaukan pengendara lain dari arah yang berlawanan.
Pengemudi yang ada di depan juga bisa merasa silau karena cahayanya terpantul melalui spion tengah. Kedua kondisi di atas sangat mengganggu dan bisa memicu emosi dan parahnya, bisa menyebabkan celaka lantaran sinar dari arah berlawanan yang menyilaukan membuat mata kita jadi kabur.
Sebaiknya ketika ada kendaraan lain yang datang dari depan, lampu jauh segera dimatikan jauh sebelum kendaraan tersebut mendekat. Begitupun ketika mengikuti kendaraan lain di depan, jangan pernah mengaktifkan lampu jauh.
Kalau sudah tidak ada kendaraan lain bisa kembali dinyalakan. Namun sebaiknya, lampu dim tidak digunakan terus menerus dan hanya dipakai sesuai kebutuhan di jalan.