
Komparasi antara Wuling Binguo EV dan Neta V
JawaPos.com - Mobil listrik memang menjadi tren baru dalam era elektrivikasi, beberapa merek mobil yang berniaga di Indonesia mulai berlomba menawarkan dari berbagai segmen. Mulai dari segmen kompak city car, hingga kompak SUV dengan fitur menarik yang ditawarkan.
Pasar yang paling laris untuk sementara ini adalah jenis mobil listrik kompak city car yang diburu oleh kaum urban. Berbagai alasan mereka menuntukan pilihan mobil jenis dan disegmen tersebut diantaranya biaya operasional yang murah dan bebas ganjil genap.
Ada dua merek Tiongkok yang memberikan pilihan di segmen kompak city car yaitu Wuling dengan Bingue EV dan Neta dengan Neta V dimana harga keduanya bersinggungan.
Wuling Binguo EV dibaderol mulai Rp 358 juta hingga Rp 408 juta sedangkan Neta V dibanderol Rp 379 juta dan hanya tersedia satu varian saja, keduanya harga on the road (OTR) Jakarta.
Keduanya menawarkan fitur serta desain merarik, nah bila Anda berencana untuk membeli mobil listrik, tak ada salahnya untuk menyimak perbandingan keduanya dari segi baterai, performa serta dimensi sebagai pertimbangan untuk memenuhi kebutuhan Anda.
Bila melihat dari segi baterai dan motor penggerak, Wuling BinguoEV dibekali dengan baterai Lithium Ferro-Phospate 31,9 kWh pada varian rendah mampu menempuh jarak 333 km. Sedangkan varian Long yang mampu menempuh jarak 410 km menggunakan baterai berdaya 37,9 kWh.
Sebagai informasi baterai Wuling BinguoEV yang bersertifikasi anti air dan debu IP67, dipasangkan dengan Drive Motor berdaya 50 kW. Waktu pengecasan memakan waktu selama 5,5 sampai 6,5 jam dengan charger AC Charging Pile 7,7 kW.
Namun bila diisi dengan charger DC berkemampuan fast charging, pengecasan baterai Binguo EV butuh waktu 30-35 menit untuk persentase 30 sampai 80 persen.
Sementara untuk Neta V menggunakan baterai Lithium Ion berdaya 37,9 Kwh dengan motor listrik jenis Permanent Magnet Synchronous. Dengan kombinasi komponen tersebut Neta V diklaim mampu menjangkau jarak hingga 401 km.
Bicara pengisian baterai Neta V diklaim selama 8 jam untuk persentase 0-100 persen jika menggunakan AC Home Charging 6,6 kW. Sementara bila menggunakan DC fast charging 50 kW dapat terisi dari 30-80 persen dalam waktu 30 menit.
Hal kedua adalah dilihat dari sisi performa, dimana Wuling BinguoEV diklaim mampu melaju dengan top speed 120 km per jam pada varian 333 km atau Long Range. Sedangkan varian Premium Range dengan jarak tempuh 410 km, memiliki top speed 130 km per jam. Bicara torsi BinguoEV diklaim sebesar 150 Nm.
Sementara Neta V di atas kertas mampu menghasilkan tenaga maksimum sebesar 93,7 HP. Masalah kecepatan, Neta V top speed hingga 100 km per jam dan memiliki torsi 150 Nm.
Perbandingan berikutnya adalah masalah dimensi dan daya tampung bagasi, untuk Neta V mampu mengangkut 5 orang penumpang dengan bagasi seluas 552 liter. Bicara dimensi, Neta V memiliki panjang 4.070 mm x lebar 1.690 mm x tinggi 1.540 mm. Jarak sumbu roda 2.420 mm dengan ground clearance 130 mm.
Sedangkan untuk Wuling BinguoEV, dapat menampung lima orang penumpang dengan kapasitas bagasi 790 liter yang lebih lega dari Neta V. Mempunyai dimensi panjang 3.950 mm x lebar 1.708 mm x tinggi 1.580 mm dan punya jarak sumbu roda 2.560 mm.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
