Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 Desember 2023 | 14.13 WIB

Mobil Listrik Neta V saat Baterai Habis Total, Apa Masih Bisa Jalan?

Towing Mode, fitur di mobil Neta V saat baterai habis untuk proses evakuasi. - Image

Towing Mode, fitur di mobil Neta V saat baterai habis untuk proses evakuasi.

 
JawaPos.com - Merek asal Tiongkok, Neta resmi menjadi pendatang baru di industri otomotif dalam negeri. Khususnya, Neta meramaikan segmen kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) di market dalam negeri dengan belum lama ini merilis mobil listrik entry-level yakni Neta V.
 
Sejak peluncuran perdananya beberapa waktu lalu, PT Neta Auto Indonesia mengaku sudah menerima ratusan Surat Pemesanan Kendaraan atau SPK untuk mobil tersebut. JawaPos.com juga sudah menjajal performa mobil tersebut secara langsung dari Jakarta menuju Semarang menggunakan Neta V.
 
Sekali melakukan pengisian sejak start dari diler Neta di Tebet, Jakarta Selatan, ada rasa khawatir saat baterai mobil listrik Neta V mulai menyentuh angka 20-an persen di ruas Tol Cipali. Untungnya, di sepanjang ruas tol tersebut ada fasilitas SPKLU yang bisa digunakan, salah satunya di KM 228.
 
Kekhawatiran akan baterai habis juga tampaknya akan menjadi masalah bagi pemilik Neta V atau pemilik EV umumnya yang bepergian jarak jauh. Sementara untuk Neta V, pertanyaannya adalah apakah mobil tersebut masih bisa jalan saat daya baterainya benar-benar habis atau nol?
 
Menurut Senior Manager After Sales PT Neta Auto Indonesia, Januari Eka Sapta, peringatan dini akan muncul saat baterai berada di level 20 persen, 15 persen, dan 10 persen. Jika pengemudi tetap melanjutkan perjalanan, maka peringatan akan semakin sering muncul dan disertai dengan penurunan tenaga mesin.
 
"Informasi low battery sudah warning di 20 persen. Kalau terus digas, dipaksa jalan sistem akan melakukan warning lagi. Terus sampai baterai benar-benar habis. Dari sisi speed, kemudian tenaga akan terasa ditahan. Akselerasi akan berbeda, power-nya diturunkan," kata Januar kepada JawaPos.com. 
 
Kemudian, saat baterai berada di level 5 persen, peringatan akan semakin sering muncul dan pengemudi hanya bisa melaju dengan kecepatan maksimal 60 kilometer per jam. Jika daya baterai habis, mobil akan tetap bisa melaju hingga berhenti. 
 
Namun, pengemudi tidak bisa menyalakan mobil kembali dan harus menggunakan Towing Mode. Fitur atau mode tersebut tidak benar-benar membuat mobil bisa jalan. Hanya digunakan untuk proses evakuasi.
 
"Kalau sudah nol, ada yang namamya Towing Mode. Itu berfungsi untuk memindahkan kendaraan untuk evakuasi. Untuk merilis transmisi dan parking brake untuk kemudian dievakuasi. Jadi ban dan transmisi tidak terkunci atau tidak masuk posisi gear," papar Januar. 
 
Gampangnya, Towing Mode akan mengaktifkan sisa daya baterai untuk menggerakkan transmisi ke posisi netral dan menonaktifkan rem parkir. Kemudian, mobil bisa didorong atau ditarik menggunakan derek atau metode evakuasi lainnya.
 
Namun perlu dicatat,  Towing Mode bisa diaktifkan saat baterai berada di level berapa saja. Pengemudi hanya perlu masuk ke menu pengaturan kendaraan dan mengaktifkan Towing Mode.
 
"Towing mode tidak harus saat baterai nol, bisa juga diaktifkan ketika parkir paralel di mal supaya mobil bisa digeser-geser,” ungkapnya.
 
Terakhir, bicara soal derek, Januar mengaku bahwa sesuai aturan yang ditetapkan oleh pemerintah, maka Neta V dilengkapi dengan besi pengait di bagian depan dan belakang. Hal ini merupakan standar sesuai aturan homologasi.
 
"Motor ada di bagian depan. Kami sudah pasang hook di belakang sesuai regulasi dan homologasi. Ini aturan homologasi, depan ada, belakang ada," pungkasnya. 
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore