
Grafis: Herlambang/Jawa Pos
Motor listrik Gesits tidak bisa dipandang sebelah mata dalam tren electric vehicle (EV) saat ini. Motor produksi dalam negeri itu bisa jadi bakal menyaingi dominasi skuter matik pada masa mendatang.
---
PENJUALAN Gesits terus menanjak sejak diproduksi massal oleh PT WIKA Industri Manufaktur (WIMA) dua tahun lalu. Mereka terus mengembangkan sayap dengan mendirikan diler resmi di berbagai daerah di Indonesia. Di Surabaya, misalnya, saat ini telah ada lima diler Gesits dengan diler utama (main dealer) PT Bangun Sentosa Jaya Prakarsa (BSJP).
Direktur Utama BSJP Permadi Surya menyatakan, BSJP membawahkan diler Gesits di 17 provinsi di seluruh Indonesia bagian timur. Mulai Jawa Timur hingga provinsi-provinsi lain di Pulau Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
”Untuk seluruh provinsi itu, target penjualan kami 1.000 unit. Tetapi jujur, saat ini target itu belum tercapai. Yang pasti, trennya terus naik. Terlebih sejak awal September lalu setelah ada kenaikan harga BBM,” jelas Permadi yang ditemui di kantor BSJP di Jalan Tidar, Surabaya, kemarin (13/9).
Dia mengungkapkan, saat ini adalah momentum untuk menggenjot pemasaran Gesits. Pihaknya pun menyiapkan program pemasaran untuk mengedukasi masyarakat agar lebih mengenal kendaraan listrik.
Permadi lantas membandingkan penghematan Gesits dengan sepeda motor BBM. Dia mengungkapkan, satu baterai Gesits bisa digunakan untuk menempuh jarak 50 kilometer (km). Biaya charging-nya hanya Rp 2.200. Sementara untuk sepeda motor BBM, jarak 50 km membutuhkan sekitar 1,5 liter pertalite seharga Rp 15 ribu. ”Jadi, penghematannya sangat jelas,” tegasnya.
Untuk pelayanan purnajual, Permadi memastikan adanya 3S di setiap diler Gesits, yakni sales, service, dan spare parts. Permadi menjamin perawatan Gesits sangatlah mudah. Begitu pula soal ketersediaan suku cadang (spare part).
”Gesits ini kan tidak perlu ganti oli atau pembersihan saluran injeksi bahan bakar. Jadi, tidak perlu ada perawatan berkala. Untuk suku cadang, khusus baterai, kami jamin dengan garansi 3 tahun,” tegasnya.
Permadi mengungkapkan, saat ini baru ada satu tipe motor listrik Gesits, yakni G1. Direncanakan, akhir tahun nanti diluncurkan tipe atau varian kedua, yaitu G2 alias Gesits Raya.
Sebagaimana diketahui, prototipe sepeda motor listrik Gesits merupakan hasil karya mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya bersama Garansindo. PT WIKA Industri Manufaktur (WIMA) lantas membeli hak paten karya tersebut dan memproduksinya secara massal.
ITS Kembangkan Kendaraan Konversi
ITS terus konsisten dalam pengembangan kendaraan listrik. Di bawah Science Techno Park (STP) Otomotif ITS, mereka kini mengembangkan kendaraan retrofit atau konversi. ITS juga merancang produk kendaraan listrik mulai nol.
Manajer STP Otomotif ITS Dr Bambang Sudarmanta ST MT menyatakan, ITS telah memiliki bengkel konversi bersertifikat. ITS banyak menggarap kendaraan dengan penggerak konvensional untuk diubah menjadi penggerak listrik. ”Kami sudah mengonversi sepeda motor CB 100, Vespa, dan Honda Beat,” katanya.
Bambang menambahkan, ITS saat ini bekerja sama dengan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk membuat transportasi darat dan laut guna menjangkau daerah-daerah terpencil. Salah satunya Papua. Mereka memproduksi kendaraan listrik berupa motor trail (e-trail).
Namun, lantaran di Papua tidak ada PLN, ITS menggunakan fotovoltaik alias solar cell. ”Kami sudah mengirim dua e-trail ke Papua. Ada tambahan untuk dibuatkan 34 e-trail lagi, tapi baru selesai 17 unit,” ujarnya.
Photo
SERBAGUNA: Esemka Bima 1.3 Pick-up yang dibeli pemerintah Desa Kebonan, Karanggede, Boyolali, pada 2021. (Ragil Jawa Pos Radar Solo)
Tim riset dan pengembangan Esemka tengah melakukan eksperimen-eksperimen untuk mematangkan konsep mobil listrik. Mereka bakal membangun mobil listrik dengan basis mobil yang eksis sekarang, yakni Esemka Bima. Mobil berjenis pikap itu dipilih karena biaya produksinya dinilai lebih rendah.
’’Prototipenya sudah ada. Bisa jadi nanti (yang dikembangkan) adalah mobil niaga atau juga mobil penumpang,’’ terang Humas PT Esemka Sabar Budi kepada Jawa Pos Radar Solo Jumat (9/9) lalu.
Dia menyampaikan, produksi mobil listrik Esemka masih mengalami sejumlah kendala. Selain pandemi Covid-19 yang melanda sejak 2019, mahalnya baterai juga menjadi pertimbangan. ’’Karena baterainya mahal, otomatis nanti harga mobilnya juga mahal,’’ ujarnya. Karena itu, Esemka masih menjajaki kemungkinan kerja sama dengan pihak-pihak lain atau melakukan eksperimen-eksperimen agar harga mobil listrik produksi mereka bisa bersaing.
Namun, lanjut dia, fokus Esemka saat ini adalah menstabilkan kondisi setelah dihantam badai pandemi. Esemka memulai lagi produksi mobil berbahan bakar minyak (BBM) setelah sempat terhenti akibat pandemi. ’’Kami mulai merangkak lagi untuk persiapan (produksi, Red),’’ katanya.
Dia menjelaskan, Esemka telah menyelesaikan semua mobil pesanan. Tidak ada lagi yang inden. Salah satunya mobil niaga Esemka Bima 1.3 Pick-up. Pemesan terbanyak mobil itu berasal dari luar Pulau Jawa. Terutama daerah perkebunan di Lampung. ’’Desain Esemka Bima Pick-up memang sangat mendukung produksi perkebunan di sana,’’ ungkap Sabar.
Esemka juga terus memperbanyak bengkel dan diler resmi untuk menyokong pelayanan purnajual. Termasuk memproduksi suku cadang. Sejauh ini, produk yang paling laris adalah Esemka Bima 1.2 dan 1.3 Pick-up. ’’Kami berharap (kondisi, Red) terus membaik sehingga produksi bisa normal. Juga, akselerasinya nanti bagus,’’ ucap Sabar.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Bursa Skor Shamal vs Al Ittihad di Liga Champions Asia, Peluang Tim Tamu Kuasai Tanah Arab
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Prediksi Skor Torino vs Roma di Liga Italia: Giallorossi Siap Obrak-abrik Markas Il Toro

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022