
Photo
JawaPos.com - Kecelakaan di jalan raya masih menjadi momok menakutkan. Tidak hanya memakan korban jiwa yang sangat tinggi, kecelakaan lalu lintas juga menyebabkan kerugian ekonomi sangat besar.
Data Kementerian Perhubungan (Kemhub) menyebutkan, tiap satu jam, rata-rata 2-3 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas jalan di Indonesia. Kerugian ekonomi akibat kecelakaan itu diperkirakan mencapai 2,9 hingga 3,1 persen dari pendapatan domestik bruto (PDB) Indonesia pada 2020, atau setara dengan Rp 44 triliun hingga Rp 47,8 triliun dengan total PDB sebanyak Rp 15.434 triliun.
Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan saat ini masih banyak operator truk yang kelebihan muat dan kelebihan dimensi kendaraan (over dimension overloading/ODOL). Karena itu, kemenhub terusmelakukan pengawasan dan penindakan.
“ODOL itu menjadi salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas. Belum lagi dari sisi aspek teknis kendaraan dan kelaikan jalan yang tidak sesuai aturan. Itu semua belum disadari pengemudi,” ujar Budi dalam keterangan tertulisnya.
Menurut Budi, sebanyak 61 persen kecelakaan yang terjadi disebabkan faktor manusia, lalu 30 persen karena faktor sarana prasarana, dan 9 persen akibat faktor pemenuhan persyaratan laik jalan.”Jadi faktor manusia masih yang terbanyak. Banyak kasus kecelakaan kendaraan niaga disebabkan oleh pengemudi yang kurang terampil,” ungkapnya.
Karena itu, pihaknya menyambut baik langkah Astra Isuzu dan Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) yang mencanangkan program pelatihan keselamatan berkendara bagi pengemudi truk bertepatan dengan ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021.”Semoga ini menjadi kontribusi besar dalam mengurangi kecelakaan. dengan pelatihan ini kita harapkan bisa mengurangi kondisi itu,” lanjut Budi.
Pasalnya, kecelakaan kendaraan niaga saat ini masih menjadi kontributor terbesar kecelakaan di Indonesia.”Penyebab utamanya adalah faktor internal atau person yang kurang memiliki kemampuan atau kompetensi dalam mengendarai kendaraaan niaga,” tutur Customer & Product Service Division Head PT Astra International Tbk-Isuzu Sales Operation (Astra Isuzu) Heri Wasesa.
“Kami siap berkontribusi menjaga kendaraan dan perilaku pengemudi untuk berkendara aman. Kita berharap, para pengemudi bisa berkendara dengan benar. Hal itu tentu bisa menghemat bahan bakar, menjaga keawetan kendaraan agar bisa tahan lama, dan aman di jalan,” papar Heri.
Ketua Umum Aptrindo Gemilang Tarigan mengapresiasi program untuk kontribusi pengendalian angka kecelakaan. Yakni melalui pelatihan pengemudi agar bisa berkendara secara aman. Program itu, lanjut Tarigan, akan diikuti ribuan pengemudi dari sekitar 2.500 perusahaan pemilik truk anggota Aptrindo.”Selain kualitas kendaraan terjaga, pengemudinya juga terjaga untuk mengurangi angka kecelakaan,” pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
Prediksi Skor Thailand vs Singapura: Gajah Perang Selangkah Lagi ke Final Piala AFF 2026!
Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
