Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 Oktober 2018 | 19.18 WIB

Ngebet Modifikasi Motor Trail, Patuhi 3 Poin Ini

Modifikasi motor trail fokus pada kaki-kaki tunggangan - Image

Modifikasi motor trail fokus pada kaki-kaki tunggangan

JawaPos.com – Modifikasi itu berbeda-beda. Disesuaikan dengan kebutuhan. Pola dan titik-titik yang mendapat sentuhan tak sama. Termasuk bagian-bagian yang digunakan untuk menunjang kebutuhan dan keperluan motor tersebut.


Menurut, punggawa Bengkel Gudang Karat, Harry saat ini banyak pelanggan juga yang tertarik dengan modifikasi motor trail. Namun mereka harus memperhatikan beberapa hal khususnya pada bagian kaki-kaki sehingga motor aman dan nyaman saat berpetualang.


Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membangun motor trail agar lebih aman, nyaman dan garang di lintasannya masing-masing.


1. Pertimbangkan medan apa yang akan dihadapi trail.


Kata Harry, harus diperhatikan medan yang akan dijajal motor tersebut karena beda medan setingan pada kaki-kaki trail akan berbeda pula. Misalnya trail dengan track tanah berbeda dengan trail untuk medan berbatu.


“Harus diperhatikan, apakah trail itu untuk medan jumping, untuk garuk tanah di lintasan datar atau lebih sering dipakai di medan berbatu. Ini perlu dilakukan untuk menyiapkan motor trail sesuai dengan kebutuhan,” kata Harry saat berbincang dengan JawaPos.com di markasnya yang terletak di Jl Bintaro Selatan, Bintaro Sektor 2, Tangerang Selatan, beberapa waktu lalu.


Harry menjelaskan hal utama dalam membangun trail yakni pada bagian kaki-kaki seperti ban, shockbreaker, gir dan rantainya. Hal ini karena medan yang dihadapi motor trail membutuhkan kaki-kaki yang kokoh namun tetap empuk.


 “Kalau trail biasa diutamakan dibagian kaki-kaki seperti shockbreaker, gir, ban dan perangkat lain. Kalau main di tanah shocknya agak lebi keras dibandingkan dengan medan berbatu yang buruh shocbreaker yang lebih empuk,” terang Harry.


2. Perhatikan ketahanan mesin.


Untuk motor trail, ketahanan mesin sangat dibutuhkan karena tenaga yang ia butuhkan lebih banyak ketimbang motor biasa. Mesin trail harus mempu menahan bobot sekaligus punya power yang tinggi.


“Mesin harus lebih tahan, karena bobot. Kalau di trail istrilahnya kalau lebih nancap di tanah, ekstra lebih powernya harus lebih keluar agar tetap ngacir. Beda sama dengan di aspal. Di atas aspal  ban tidak ada hambatan. Hambarannya hanya angin, sedangkan di tanah lebih berat,  konsekuensi mesin harus lebih bertenaga sama lebih ketahanan harus tinggi,” bebernya.


Untuk itu mesin motor trail benar-benar harus dioprek dengan teknik khusus agar kompresinya tidak terlalu tinggi karena konsekuensinya ketahanan mesin akan menurun. “Jadi korekan mesinnya harus lebih fokus ke torsinya agar lebih melimpah dan tak ngelos,” tukasnya.


3. Trail butuh modifikasi gir untuk membuatnya lebih responsif.


Untuk mendapatkan tarikan enteng gir motor harus dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan. “Gir juga  memang di modif agar lebih enteng. Cuman  ya dia lihat juga track-nya. Kalau gir terlalu besar juga membahayakan pembalap karena tenaganya kebuang percuma dan motornya terlalu enteng sehingga motor bisa kebuang,” urainya.


Bila trail dibangun untuk medan dengan loncatan dan tanjakan, modifikasi mesin dan girnya harus menengah. Artinya mesin yang dikorek dan girnya harus yang sedang, tidak terlalu besar sehingga menjaga power motor.

Editor: Teguh Jiwa Brata
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore