Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 10 Februari 2018 | 00.45 WIB

Skutik Tanpa Rem Itu Petaka, Ini Tips Agar Rem Tidak Blong

Bersihkan cakram, cek rutin kampas rem - Image

Bersihkan cakram, cek rutin kampas rem

JawaPos.com- Suka melakukan turing jarak jauh? Pastikan sistem rem skutik  dalam kondisi vit. Tanjakan dan turunan menjadi dua hal yang tak bisa dipisahkan pun tak dapat dihindari saat turing jarak jauh.


Nah, agar perjalanan dengan sepeda motor menjadi aman dan nyaman, seorang pemilik bengkel di Depok, Tumpak, memberikan tips merawat rem cakram disaat musim hujan. "Untuk merawat cakram itu kita lihat kehausan piringan apakah sudah kemakan atau tidak," katanya, kepada JawaPos.com, Jumat (9/2).  Ia menjelaskan, perawatan rem cakram cukup dilakukan dengan mencucinya. Pencucian ini dilakukan agar pasir yang menempel bisa hilang. Bila tidak dibersihkan, cakram bisa kemakan atau semakin tipis.


"Bila tidak dibersihkan, pasir menempel di piringan cakram dan bisa menyebabkan karatan serta semakin aus. Jika tidak dibersihkan juga, cakram dapat tergores-gores," imbuhnya. Tips lin yang harus dilakukan yaitu pemeriksaan secara rutin. Tumpak melanjutkan, kampas rem yang tidak dibersihkan dapat membuat motor berbunyi saat dikendarai.


"Bila tidak dibersihkan, saat mengerem motor jadi tidak enak. Kampas rem yang terlalu basah bikin ngerem terlalu pakem saat dibawa. Kalau terlalu kering, akan licin dan ngerem jadi kurang pakem karena piringan cakramnya panas," terangnya.


Bagi pengendra motor skutik, keberadaan rem itu amat vital. Pasalnya, motor ini tak dilengkapi engine break layaknya motor bertransmisi manual. Sehingga motor skutik mengandalkan rem untuk mengurangi kecepatan. Ketergantungan motor matic kepada rem semakin jelas ketika Anda berpetualang di jalur berkelok dan menanjak. Tanpa rem, skutik tak bisa dikendalikan.


Hal lain yang harus diperhatikan yaitu memilik minya rem yang pas. Jika Anda senang melewati jalur berkelok dan menanjak, disarankan memilih minyak rem berangka DOT tinggi. Paling tidak DOT 4.


Lantas kenapa harus menggunakan minyak DOT tinggi? Semakin besar angka DOT maka semakin tinggi titik didihnya. Umumnya, pabrik menyarankan menggunakan minyak DOT 3. Saran itu sebenarnya ditujukan bagi pengguna sepeda motor di perkotaan dengan kondisi jalan landai. Minyak rem DOT 3 punya titik didih 205C. Sedangkan minyak rem DOT 4 bertitik didih 230C.


Namun harus diketahui pula, minyak rem DOT 3 dan DOT 4 juga punya klemahan. Yaitu mudah terkontaminasi uap air. Sehingga kinerjanya berkurang. Hal ini bisa diatasi dengan cara melakukan penggantian minyak rem secara berkala. Paling tidak setiap setengah tahun sekali.


Pengamanan lain yang disarankan agar rem belakang tidak blong yaitu dengan jalan memperpanjang pipa minyak rem. Langkah ini bisa mengurangi panas yang disalurkan oleh minyak menuju Master rem. Panas yang berlebihan bisa memicu klep pompa di master rem menjadi longgar. Sehingga tidak mampu memompa minyak.

Editor: Teguh Jiwa Brata
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore