
Pengunjung melihat motor listrik Honda pada pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (13/2/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - PT Astra Honda Motor (AHM), sebagai produsen sepeda motor terbesar di Indonesia, menyadari bahwa masa depan industri kendaraan bermotor tengah bergerak menuju era elektrifikasi. Dalam rencana jangka panjangnya, AHM menunjukkan komitmen penuh terhadap pencapaian netralitas karbon.
Salah satu langkah strategis yang diambil dalam roadmap tersebut adalah menghadirkan beberapa model sepeda motor listrik Honda di pasar Indonesia sebelum tahun 2030. AHM juga menargetkan penjualan hingga satu juta unit sepeda motor listrik per tahun pada tahun tersebut.
Namun, bila melihat kondisi pasar dan kebijakan pemerintah saat ini AHM menjalakan strateginya di Indonesia masih belum maksimal. Salah satu kebijakan tersebut terkait dengan subsidi yang diberikan pemerintah.
Menurut Ahmad Muhibbudin selaku GM Corporate Communication AHM ketika di singgung bagaimana penjualan motor listrik Honda masih optimistis meskipun saat ini penjualannya masih kecil.
“Motor listrik masih kecil (kontribusi penjualan). Sepertinya belum sampai yang kita targetkan bahkan masih dibawa angka satu persen. Kita agak challenging ngomongin motor EV ini, kami di Honda terus melakukan penetrasi ke market,” ujar dia.
Bicara masalah insentif yang dulu sempat ada dari pemerintah, pihak AHM masih berharap program ini dimunculkan kembali. Namun sayang Pemerintah masih belum menggelontorkan kembali program tersebut.
“Insentif ini penting sebagai daya dorong supaya mereka bisa tertarik beli di segmen EV ini. Pararel kami juga berusaha menyempurnakan proses-proses yang ada di kita, terutama terkait infrasktruktur yang ada di kita,” kata Muhib.
Menurutnya pertumbuhan sepeda motor listrik di Indonesia sangat menjanjikan, tak sedikit merek baru bermunculan. Insentif hanta sebagai daya dorong dan bukan jaminan penjualan akan meningkat.
“Kalau ngomongin EV tahun depan, salah satu pendorongnya adalah insentif, dan kita harapkan bisa diberikan lagi oleh goverment, sehingga ini bisa dinikmati oleh konsumen, secara tidak langsung ini akan bisa mendorong meningkatkan permintaan di segmen motor listrik,” kata Muhib.
“Kami menanti itu, karena memang sangat berarti buat mendorong tumbuhnya permintaan para konsumen yang pengen motor listrik,” tambah dia.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
