
Para peserta Battery School 2025 berpose di depan Battery Electric Vehicle Laboratory. (Istimewa)
JawaPos.com-National Battery Research Institute (NBRI) kembali menggelar Battery School dengan tema “Lithium-Ion Battery Safety and Fire Risk Mitigation in EV.”
Kegiatan ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara pengetahuan akademis dan penerapan di lapangan melalui sesi kuliah, demonstrasi teknis, dan diskusi interaktif bersama para pakar dari akademisi, industri, dan regulator.
“Battery School ini menjadi wadah penting untuk memperkuat budaya keselamatan dalam pengembangan teknologi kendaraan listrik di Indonesia,” ujar Prof. Evvy Kartini, Founder NBRI.
Menurut Prof. Evvy, kegiatan ini tidak sekadar memberikan teori, tetapi juga pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan industri. Melalui program ini, peserta memperoleh pemahaman tentang protokol keselamatan, strategi mitigasi risiko, serta praktik standardisasi untuk memastikan baterai kendaraan listrik diterapkan secara aman dan andal.
NBRI juga menyoroti pentingnya kesadaran terhadap potensi bahaya dan risiko thermal runaway yang dapat memicu kebakaran pada baterai lithium-ion. Selain itu, peserta dibekali pengetahuan tentang standar, kebijakan, dan regulasi keselamatan baik di tingkat nasional maupun internasional.
Sebagai bagian dari pembelajaran langsung, peserta menyaksikan demonstrasi pemadaman kebakaran baterai lithium-ion, yang memperlihatkan prosedur penanganan insiden dan teknik mitigasi sesuai protokol keselamatan global.
“Melalui demonstrasi ini, peserta bisa melihat secara langsung bagaimana risiko kebakaran akibat thermal runaway dapat dikendalikan dengan tepat,” jelas Prof. Evvy.
Selain memperkuat kapasitas teknis, Battery School edisi Oktober 2025 juga membangun pemahaman dasar dan terapan tentang keselamatan baterai di kalangan pendidik dan profesional industri. Program ini mendorong penerapan praktik terbaik mulai dari desain hingga penanganan baterai di akhir masa pakai.
Kegiatan ini turut menggandeng PT Famindo Alfa Spektrum Teknologi (FAST) sebagai mitra dalam memperkenalkan solusi pemadaman kebakaran modern, termasuk teknologi media pemadam khusus untuk baterai lithium-ion.
“Kami memiliki visi yang sama dengan NBRI dalam memperluas edukasi keselamatan di industri kendaraan listrik,” kata Willy Hadiwijaya, CEO PT FAST.
FAST, lanjut Willy, tak hanya dikenal lewat produk APAR konvensional, tetapi juga menghadirkan inovasi berbasis sains untuk menangani risiko kebakaran pada sistem energi baru dan terbarukan. “Dalam setiap revolusi teknologi, kesiapan mitigasi risiko menjadi hal penting agar kemajuan membawa rasa aman bagi semua,” tambahnya. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
