
Interior Mobil Suzuki e Vitara di perlihatkan pada pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Rabu (23/7/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Keberadaan posisi stir mobil berada di kanan banyak yang belum tahu apa alasannya lingkar kemudui tersebut di posisikan di sebelh kanan. Dalam keseharian pemilik mobil tidak banyak memikirkan hal ini bahkan hal ini dianggap tidak penting.
Namun sebagian pengetahuan hal ini perlu diketahui kenapa setir diletakkan di kanan dan berjalan di lajur kiri? Walaupun ini terlihat seperti teknis, posisi setir mobil di sebelah kanan punya sejarah, kebijakan nasional, hingga pengaruh global.
Tak sedikit yang bertanya kenapa Indonesia menggunakan setir kanan, padahal beberapa negara besar seperti Amerika dan Jerman memakai setir kiri.
Harus disadari kalau sistem ini bukan hanya bicara terkait kenyamanan berkendara, melainkan bagian dari identitas lalu lintas nasional yang telah dibentuk sejak zaman kolonial.
Walaupun Indonesia dijajah Belanda, yang menggunakan sistem setir kiri dan jalur kanan di negaranya, namun faktanya sistem berkendara di Indonesia justru berjalan di lajur kiri dan mobil menggunakan setir kanan.
Hal ini merupakan pengaruh Inggris di kawasan Asia Tenggara. Bisa dilihat pada negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan India, yang merupakan jajahan Inggris, sejak awal telah menerapkan sistem mengemudi di sisi kiri jalan dengan setir mobil di sebelah kanan.
Saat perdagangan regional dan mobilitas antarwilayah berkembang, maka Indonesia juga mengadopsi sistem setir kanan sebagai bagian dari integrasi dengan negara-negara seksekitarnya.
Selain itu lebih jauh lagi, pengaruh tersebut mulai terasa sejak tahun 1596, ketika pelaut Eropa memperkenalkan kendaraan berkuda yang dikendalikan dari sisi kanan, sebuah kebiasaan yang berasal dari kebutuhan memegang pedang dengan tangan kanan saat berkuda.
Inilah cikal bakal dari konsep setir di sisi kanan yang kemudian berkembang menjadi sistem lalu lintas modern.
Alasan Indonesia Tetap Menggunakan Setir Kanan dan Lajur Kiri
Indonesia tetap mempertahankan penggunaan setir kanan dan berkendara di lajur kiri. Alasan utama adalah karena sistem ini sudah terlanjur melekat pada infrastruktur jalan, budaya berkendara, dan kebijakan impor mobil.
Setelah merdeka, Indonesia memang tidak mengadopsi undang-undang yang melarang keberadaan setir kiri, tapi menerapkan peraturan setir kanan sebagai standar nasional.
Mobil di Indonesia pakai setir kanan karena sebagian besar kendaraan yang masuk berasal dari negara-negara seperti Jepang, Thailand, Australia, dan Inggris yang sama-sama menggunakan sistem serupa.
Mengganti sistem nasional menjadi setir kiri dan jalur kanan jelas bukan perkara mudah. Butuh biaya besar, waktu lama, dan penyesuaian besar-besaran terhadap posisi setir mobil, rambu lalu lintas, hingga perilaku pengendara. Ini yang menjadi alasan Indonesia mempertahankan sistem setir kanan demi efisiensi dan konsistensi.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
