
Mobil listrik Polytron di perlihatkan saat acara peluncuran di Jakarta, Selasa (6/5/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Polytron mulai resmi menjual mobil listrik dengan dua varian di Indonesia yaitu model G3 dan G3+ yang peluncurannya dilakukan pada 6 Mei 2025. Basisnya adalah model dari Skyworth (Skyworth EV K), yang kemudian dirakit lokal melalui kerja sama dipabrik PT Handal Indonesia Motor (HIM).
Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk G3/G3+ diklaim sekitar 40%. Dibekali kapasitas baterai: sekitar 51,9 kWh, tipe LFP dengan jangkauan (standard CLTC) diklaim sekitar 402 km untuk G3/G3+.
Ada dua skema kepemilikan yaiitu beli sekaligus baterai atau beli mobil + sewa baterai. Biaya sewa baterai sekitar Rp 1,2 juta/bulan untuk jangkauan hingga 800 km. Mobil ini dibanderol harga OTR Jakarta: Rp 299 juta (varian standar G3) dan Rp 399 juta (varian G3+).
Di awal peluncuran Polytron menargetkan penjualan sebanyak 1.000 unit mobil listrik hingga akhir tahun 2025 pada satu titik. Bahkan target yang lebih ambisius juga disebut-sebut: 1.500 unit untuk tahun pertama.
Ada juga kondisi bahwa Polytron mungkin akan membangun pabrik sendiri kalau penjualan mencapai batas tertentu, salah satu angka yang disebut adalah 5.000 unit.
Namun faktanya sejak Mei hingga September 2025 melihat dari Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutib JawaPos.com (18/10/2025) memperlihatkan di kurun waktu tiga bulan itu, Polytron menjual dua model itu dari pabrik (wholesales) sebanyak 93 unit. Dari jumlah itu, 50 unit dibukukan pada bulan September.
Sedangkan yang terjual dari dealer ke konsumen alias penjuala ritelnya di tiga bulan tetersebu hanya sebanyak 47 unit, dimana 29 unit diantaranya dibukukan pada bulan September.
Dengan catatan tersebut jika dirata-rata, per bulan, mobil Polytron yang dibeli konsumen hanya 15 – 16 unit.
Dengan angka penjualan saat ini, pangsa pasar Polytron untuk mobil listrik masih sangat kecil (bahkan disebut "nol persen" dalam beberapa laporan) dibandingkan dengan merek lainnya.
Tantangan utama termasuk: skala produksi yang kecil, jaringan distribusi dan showroom yang masih terbatas, serta kepercayaan konsumen terhadap layanan purna jual dan baterai mau tidak mau harus dilakukan.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
