Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 September 2025 | 20.42 WIB

Mercedes-Benz Indonesia Sambut IEU CEPA, Peluang Baru bagi Pasar Otomotif Nasional

Ilustrasi Mercedes-Benz. (RianAlfianto/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi Mercedes-Benz. (RianAlfianto/JawaPos.com)

JawaPos.com-Industri otomotif nasional bersiap memasuki babak baru. Pemerintah Indonesia resmi menandatangani perjanjian Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA) dengan Uni Eropa di Bali belum lama ini.

Kesepakatan dagang yang telah lama dinegosiasikan ini dipandang sebagai pintu masuk bagi peningkatan akses pasar dan kompetisi lebih sehat. Termasuk di sektor kendaraan bermotor.

Salah satu perusahaan yang menyambut baik langkah ini adalah Mercedes-Benz Indonesia. Chief Executive Officer (CEO) Mercedes-Benz Indonesia Donald Rachmat menilai, IEU CEPA akan memperkuat hubungan dagang antara Indonesia dan 27 negara anggota Uni Eropa. 

“Kami menyambut baik perjanjian IEU CEPA, karena akan membuka peluang yang lebih luas bagi perdagangan antara Indonesia dan Uni Eropa, termasuk di sektor otomotif,” ujar Donald Rachmat.

Salah satu poin krusial dalam perjanjian tersebut adalah penurunan tarif secara bertahap mulai 1 Januari 2027. Donald menilai hal ini akan menciptakan iklim pasar yang lebih kompetitif, sekaligus memperkaya pilihan konsumen. 

“Iklim kompetitif di sektor otomotif dibutuhkan agar penawaran produk semakin beragam dan mendorong kualitas lebih baik,” tambah Donald Rachmat.

Bagi konsumen Indonesia, penurunan tarif berpotensi membuat harga mobil Eropa lebih bersaing dengan merek Jepang, Korea, maupun Tiongkok, yang kini mendominasi pasar. 

Sementara bagi produsen, kompetisi yang lebih terbuka akan memacu inovasi, khususnya pada teknologi kendaraan listrik (EV) yang saat ini tengah menjadi fokus global.

Meski optimistis, Mercedes-Benz Indonesia belum mengungkapkan rencana ekspansi manufaktur ataupun investasi pabrik baru di Tanah Air. Donald menegaskan, keputusan tersebut bersifat strategis dan harus mempertimbangkan kondisi global maupun regional. 

“Keputusan terkait investasi maupun manufaktur dipertimbangkan dari berbagai aspek,” tegas Donald Rachmat.

Saat ini, Mercedes-Benz lebih memilih memantau regulasi teknis yang akan dikeluarkan pemerintah Indonesia pasca-penandatanganan IEU CEPA. Perusahaan juga berkomitmen menjaga komunikasi erat dengan pemangku kepentingan untuk memastikan setiap strategi bisnis selaras dengan arah kebijakan industri otomotif nasional.

Sebagai informasi, perjanjian IEU CEPA tidak hanya relevan bagi sektor otomotif, tetapi juga mencakup energi hijau, agrikultur, dan teknologi. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Komisioner Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Komisi Eropa, Maros Sefcovic, menandatangani langsung perjanjian ini di Bali.

Langkah tersebut menandai integrasi ekonomi yang lebih erat antara Indonesia dan Uni Eropa. Dengan pasar Eropa yang sangat besar, Indonesia berpeluang meningkatkan ekspor, sekaligus menarik investasi di berbagai sektor strategis.

Bagi industri otomotif Indonesia, IEU CEPA membuka peluang dan tantangan sekaligus. Di satu sisi, produk otomotif dari Eropa bisa lebih mudah masuk ke pasar domestik dengan harga kompetitif. 

Namun di sisi lain, produsen dalam negeri dituntut meningkatkan standar kualitas agar bisa bersaing, terutama dalam hal teknologi ramah lingkungan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore