Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 September 2025 | 22.59 WIB

Penjualan Mobil Semester I 2025 Merosot, Gaikindo Siap Revisi Target Nasional

Penjualan mobil merosot selama 2025 berjalan. Gaikindo mempertimbangkan untuk merevisi target penjualan pada 2025. (Dok/JawaPos.com)

JawaPos.com-Industri otomotif Indonesia kembali diuji. Data terakhir Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) untuk semester 1 2025 menunjukkan bahwa penjualan mobil tidak secerah tahun lalu.

Dari sisi wholesales atau distribusi dari pabrik ke diler, sepanjang Januari- Agustus 2025, total penjualan mobil wholesales sebanyak 500.951 unit, atau turun 10,6 persen Year on Year (YoY) dibandingkan periode yang sama pada 2024 sebanyak 560.552 unit.

Penjualan mobil secara ritel pun ikut menyusut 10,7 persen menjadi 522.162 unit, dibandingkan pada periode 8 bulan 2024 yang sebanyak 584.847 unit.

Fakta ini menegaskan bahwa perlambatan tidak hanya terjadi di tingkat distribusi, tetapi juga pada daya serap pasar.

Toyota Masih Perkasa, Persaingan Merek Ketat

Sementara jika melihat berdasarkan merek, penjualan mobil tertinggi pada Januari-Agustus 2025 masih dipegang oleh Toyota. Toyota mencatat sebanyak 161.079 unit, disusul Daihatsu yang juga dinaungi Grup Astra sebanyak 84.702 unit.

Berturut-turut, agen pemegang merek (APM) yang mencatatkan penjualan terlaris di Indonesia yakni Mitsubishi Motors sebanyak 42.873 unit, Honda 42.291 unit dan Suzuki 39.101 unit.

Komposisi ini memperlihatkan bahwa dominasi dua merek asal Jepang, Toyota dan Daihatsu, masih sulit digoyang, menguasai separuh lebih pasar otomotif nasional.

Dengan tren penurunan ini, Gaikindo mulai realistis menilai target penjualan mobil 2025 yang sebelumnya dipatok 900 ribu unit. Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, menegaskan pihaknya kemungkinan besar akan melakukan revisi.

“Memang sulit untuk mencapai angka penjualan 900 ribu unit di tahun 2025 ini, mungkin kita harus merevisi angka tersebut,” ujar Jongkie dihubungi JawaPos.com.

Ia menambahkan, melemahnya daya beli masyarakat menjadi faktor utama yang menekan penjualan. Bahkan pameran otomotif besar seperti GIIAS, yang biasanya menjadi katalis peningkatan angka penjualan, dinilai tidak akan mampu mendongkrak pasar secara signifikan tahun ini.

Jongkie juga menyoroti aspek pembiayaan. Menurutnya, sekitar 60–70 persen pembelian mobil di Indonesia dilakukan melalui kredit atau leasing. Karena itu, turunnya volume penjualan otomatis membuat penyaluran kredit melambat.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore