Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 September 2025 | 15.34 WIB

Kapan Waktu Ideal Mengganti Oli Mesin Mobil? Simak Tanda-Tanda dan Panduannya

Ilustrasi mekanik memeriksa kondisi oli mobil, ganti oli rutin menjaga mesin tetap awet dan efisien, (Pexels/Daniel Andraski) - Image

Ilustrasi mekanik memeriksa kondisi oli mobil, ganti oli rutin menjaga mesin tetap awet dan efisien, (Pexels/Daniel Andraski)

JawaPos.com - Ganti oli mobil secara rutin adalah hal penting untuk menjaga performa mesin dan memperpanjang usia kendaraan. Keterlambatan mengganti oli bisa menyebabkan penurunan efisiensi mesin hingga kerusakan komponen vital.

Banyak orang sering bertanya, kapan harus melakukan penggantian oli mobil? Sebenarnya, hal tersebut dapat dilihat dari jarak tempuh dan waktu pemakaian. Selain itu, ada juga berbagai hal yang menjadi tanda bahwa oli sudah saatnya diganti.

Dilansir dari laman resmi Suzuki Indonesia dan Wuling Motors, waktu penggantian oli mobil tidak bisa disamaratakan karena bergantung pada jarak tempuh, jenis oli yang digunakan, serta kondisi penggunaan kendaraan.

Umumnya, pabrikan menyarankan penggantian oli setiap 5.000–10.000 kilometer, tetapi ada tanda-tanda khusus yang bisa dikenali pengemudi untuk mengetahui kapan oli harus diganti.

Berikut panduan lengkap mengenai waktu ideal ganti oli mobil beserta ciri-ciri yang harus diperhatikan pemilik kendaraan.

1. Ikuti Rekomendasi Jarak Tempuh Pabrikan

Pabrikan biasanya menetapkan jadwal ganti oli dalam buku manual kendaraan. Rata-rata, oli mobil sebaiknya diganti setiap 5.000–10.000 km tergantung spesifikasi mesin dan jenis oli.

Mobil dengan oli mineral umumnya membutuhkan pergantian lebih sering dibandingkan oli sintetis. Mengabaikan rekomendasi ini dapat mengurangi efisiensi bahan bakar dan meningkatkan risiko kerusakan mesin.

2. Perhatikan Kondisi Jalan dan Gaya Berkendara

Mobil yang sering digunakan di jalan macet, berbukit, atau menempuh perjalanan jarak jauh dengan beban berat membutuhkan penggantian oli lebih cepat.

Wuling menjelaskan bahwa kondisi lalu lintas padat menyebabkan mesin bekerja lebih keras meskipun jarak tempuh tidak tinggi. Oleh karena itu, jarak tempuh saja tidak cukup sebagai acuan; gaya berkendara juga menjadi faktor penting.

3. Waspadai Perubahan Warna dan Tekstur Oli

Oli baru berwarna kuning kecokelatan dan jernih. Namun, seiring waktu oli akan menghitam karena bercampur dengan kotoran, sisa pembakaran, dan partikel logam.

Jika oli sudah terasa lebih kental, pekat, atau berbau terbakar, itu tanda kuat oli harus segera diganti. Membiarkan oli kotor berlama-lama dapat mengganggu pelumasan dan mempercepat keausan mesin.

4. Dengarkan Suara Mesin

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore