Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Agustus 2025 | 05.53 WIB

Industri Otomotif Perlu Penyemangat dari Pemerintah Ditengah Kelesuan Daya Beli

Transaksi yang melibatkan lembaga Financial meningkat saat gelaran GIIAS 2025. - Image

Transaksi yang melibatkan lembaga Financial meningkat saat gelaran GIIAS 2025.

JawaPos.com - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) kembali menyerukan pentingnya dukungan pemerintah bagi sektor otomotif nasional.

Organisasi ini menilai, untuk menjaga daya saing dan menghadapi tantangan global, diperlukan insentif fiskal dan restrukturisasi kebijakan yang mampu mendukung pertumbuhan industri kendaraan di Indonesia.

GAIKINDO mendorong pemerintah agar memberikan insentif dan melakukan restrukturisasi pajak untuk memperkuat industri otomotif nasional.

Kukuh Kumara selaku Sekretaris GAIKINDO menilai perlambatan penjualan kendaraan hingga Juli 2025 harus dijawab dengan strategi berlapis, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

"Kami melihatnya ada dua tahapan yang harus dilakukan untuk memperkuat, sebagai penyemangat di industri otomotif, yaitu insentif dan restrukturisasi pajak," kata Kukuh melansir dari laman Antara, Jumat (22/8).

Menurutnya bahwa sepanjang Januari hingga Juli 2025, total penjualan mobil wholesales sebanyak 435.390 unit. Namun pihak GAIKINDO tetap optimistis pada target penjualan sebanyak 900 ribu unit pada 2025 dapat tercapai.

Tercatat penjualan pada bulan Juli menunjukkan perbaikan dibanding Juni, serta momentum pameran otomotif GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) memberi dampak positif.

"Solusi jangka pendek yang bisa dilakukan adalah pemberian insentif pemerintah untuk mendorong daya beli masyarakat," tambah Kukuh.

Kukuh memberikan contoh negara Malaysia yang tetap memberikan insentif otomotif setelah pandemi, sehingga penjualannya menembus 816.747 unit pada 2024. Langkah Malaysia tersebut mampu menyusul Thailand sebagai pasar otomotif terbesar kedua di ASEAN.

"Indonesia masih nomor satu, tapi jangan dianggap remeh. Kita harus menyikapi dengan langkah yang pas agar industri tetap lebih baik,” ujarnya.

Dengan kondisi pasar yang masih penuh tantangan, GAIKINDO berharap pemerintah dapat kembali menghadirkan stimulus serupa agar industri otomotif tetap menjadi motor penggerak ekonomi.

GAIKINDO mendorong restrukturisasi pajak kendaraan bermotor yang dinilai terlalu tinggi, langkah ini untuk jangka panjang, Selama ini terlalu banyak pungutan yang membuat harga mobil baru sulit bersaing dengan mobil bekas.

Seperti diketahui dari sekitar 3 juta unit transaksi kendaraan setiap tahun, dua juta di antaranya berasal dari mobil bekas yang minim kontribusi terhadap industri.

“Bila sebagian pasar mobil bekas bisa dialihkan ke mobil baru, pasar mobil baru bisa tumbuh menjadi 2 hingga 3 juta unit per tahun. Dampaknya industri komponen, investasi, dan lapangan kerja akan berkembang pesat,” jelasnya.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore