Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 Agustus 2025 | 04.53 WIB

Punya Torsi Besar dan Instan, Ini Fakta dan Tips Perawatan Sistem Rem di Mobil Listrik

Meskipun tidak menggunakan mesin pembakaran dalam (ICE), kendaraan listrik tetap butuh perawatan, khususnya pada sistem rem.

JawaPos.com - Mobil listrik makin menjadi primadona seiring meningkatnya kepedulian masyarakat atas lingkungan yang lebih bersih. Meskipun tidak menggunakan mesin pembakaran dalam (ICE), kendaraan listrik tetap butuh perawatan, khususnya pada sistem rem.

Sistem rem yang berkualitas menjadi penting karena mobil listrik umumnya memiliki torsi yang sangat besar, seketika langsung tersalurkan ke roda begitu pedal gas diinjak. Direktur Utama PT Autochem Industry Henry Sada menjelaskan, cairan rem memiliki tugas utama sebagai media transmisi tenaga hidraulis dari pedal rem mobil listrik ke piston kaliper, yang kemudian mendorong kampas rem yang bertugas mengurangi kecepatan kendaraan dengan cara menekan cakram atau tromol rem. Sama persis dengan mobil konvensional.

"Namun, karena torsinya besar dan instan, pengemudi butuh daya pengereman yang mampu mengimbanginya. Sebagian besar mobil listrik juga menggunakan transmisi otomatis yang minim efek engine brake. Dapat dipastikan, rem mobil akan bekerja lebih berat, dimana cairan rem memegang peran paling penting supaya rem tidak blong," ujar Henry.

Masalah yang kerap terjadi adalah vapor lock, lanjut Henry, yaitu kondisi di mana suhu cairan rem melewati batas maksimal karena digunakan secara terus-menerus dalam kondisi berat. Cairan rem yang mendidih akan menghasilkan uap air di dalam sistem pengereman sehingga mengganggu tekanan hidraulis dan menyebabkan injakan pedal rem terasa hampa.

Suhu cairan rem bisa mencapai 150–180 derajat Celcius ketika beroperasi. Masalahnya, cairan rem memiliki sifat higroskopis akibat mudah menyerap air dari udara. Air yang masuk ke dalam sistem pengereman dapat menurunkan titik didih cairan rem. Sebagai informasi, kontribusi air 3 persen di cairan rem akan menurunkan titik didih hingga sekitar 100 derajat Celcius.

Henry menjelaskan bahwa concern di atas yang membuat pihaknya mengembangkan formula cairan rem melalui Prestone Brake Fluid, yang sanggup memenuhi kebutuhan mobil listrik yang beredar di Indonesia. "Ada formula khusus yang membuat gejala vapor lock dapat dicegah saat rem bekerja keras dan titik didihnya tidak mudah turun akibat oksidasi, guna mencegah rem gagal berfungsi," tegasnya.

Dari hasil riset yang panjang, Prestone Brake Fluid sanggup menjaga kadar air dalam batas aman. Diproduksi untuk wilayah tropis, cairan rem itu memiliki kadar air di bawah ambang batas yang ditetapkan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI) yakni 0,3 persen.

"Kami optimistis cairan rem Prestone tahan lebih lama dan memberikan nilai keselamatan yang lebih tinggi karena formula sintetis yang sesuai kebutuhan kendaraan listrik di sini," tutupnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore