Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Agustus 2025 | 19.27 WIB

7 Rahasia Menggunakan Engine Brake yang Bikin Mobil Lebih Awet dan Aman di Turunan Curam

Ilustrasi mekanik mengecek mesin mobil. (Freepik) - Image

Ilustrasi mekanik mengecek mesin mobil. (Freepik)

JawaPos.com - Teknik engine brake atau rem mesin sering dianggap hanya untuk pengemudi berpengalaman.

Padahal, jika digunakan dengan benar, metode ini bisa menjadi penyelamat saat melewati turunan tajam sekaligus menjaga umur panjang rem dan transmisi. 

Engine brake membantu memperlambat laju kendaraan tanpa terlalu bergantung pada rem konvensional, sehingga risiko rem panas atau blong dapat diminimalkan.

Meski terlihat sederhana, penggunaan rem mesin membutuhkan pemahaman yang tepat tentang kondisi jalan, teknik perpindahan gigi, dan cara menjaga RPM agar mesin tetap aman.

Kesalahan kecil seperti menurunkan gigi secara mendadak di kecepatan tinggi justru bisa merusak komponen kendaraan.

Berikut 7 tips menggunakan engine brake dengan efektif seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia.

1. Kenali Kapan Harus Menggunakannya

Engine brake paling efektif digunakan saat menghadapi turunan panjang atau jalan curam, di mana rem konvensional berisiko panas berlebihan.

Menggunakannya di jalan datar atau kecepatan tinggi justru tidak efisien dan dapat membebani mesin. Pastikan kamu membaca kondisi jalan terlebih dahulu sebelum mengaktifkan teknik ini.

2. Manfaatkan Gigi Rendah untuk Efek Maksimal

Pada mobil manual, turunkan gigi ke posisi rendah (gigi 2 atau 1) agar mesin bisa membantu menahan laju kendaraan. Untuk mobil otomatis, pilih mode transmisi “L”, “2”, atau “B” sesuai fitur kendaraan.

Lakukan penurunan gigi secara bertahap, jangan mendadak, sambil menjaga putaran mesin tetap di bawah 3.000 RPM agar tidak membebani komponen.

3. Pantau Putaran Mesin (RPM) dengan Cermat

RPM adalah indikator utama untuk menentukan apakah engine brake bekerja optimal atau malah membahayakan mesin.

Usahakan tetap berada di rentang RPM aman sesuai spesifikasi mobil kamu. Jika terlalu tinggi, hentikan proses penurunan gigi dan biarkan laju kendaraan melambat terlebih dahulu.

4. Jangan Hanya Mengandalkan Rem Mesin

Meski membantu mengurangi beban rem konvensional, engine brake tidak boleh menjadi satu-satunya cara memperlambat mobil. Gunakan secara bergantian dengan rem biasa agar kinerja mesin tetap terjaga dan pengereman tetap responsif di situasi mendadak.

5. Pahami Karakter Kendaraan Kamu

Setiap mobil memiliki karakter berbeda dalam penggunaan rem mesin. Pelajari buku manual atau tanyakan pada teknisi bagaimana cara paling aman memanfaatkan fitur ini di kendaraan kamu.

Pastikan juga sistem rem konvensional tetap dalam kondisi prima sebagai cadangan utama.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore