Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 Juli 2025 | 19.10 WIB

Pikir Ulang Sebelum Membeli! Ini 5 Resiko Mobil Bekas Banjir yang Perlu Kamu Ketahui

BMW Astra  tak menerima  tukar tambah mobil bekas banjir. - Image

BMW Astra tak menerima tukar tambah mobil bekas banjir.

JawaPos.com - Membeli mobil bekas memang menjadi alternatif menarik bagi banyak orang yang ingin memiliki kendaraan pribadi dengan harga lebih terjangkau. Namun, tak semua mobil bekas layak dibeli, terutama jika mobil tersebut pernah terendam banjir. 

Meskipun tampilan luar bisa saja tampak mulus setelah dibersihkan, bukan berarti kondisi mesinnya masih prima. Air banjir bisa menyusup ke berbagai komponen penting mobil dan menimbulkan kerusakan jangka panjang yang tidak selalu terlihat sejak awal.

Sebelum kamu memutuskan untuk membeli mobil bekas dengan riwayat banjir, ada baiknya memahami sejumlah risiko yang mengintai. Mulai dari kerusakan sistem kelistrikan, pengereman, hingga biaya perbaikan yang sangat tinggi. 

Kendaraan yang pernah terendam air tidak hanya berisiko mengalami penurunan performa, tapi juga dapat membahayakan keselamatan jika digunakan tanpa perbaikan menyeluruh. 

Berikut ini 5 resiko utama yang wajib kamu pertimbangkan saat membeli mobil bekas banjir seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia!

1. Kerusakan Mesin

Salah satu kerusakan paling serius akibat banjir adalah gangguan pada mesin. Air yang masuk ke dalam ruang mesin dapat merusak komponen penting seperti sistem pembakaran hingga transmisi. 

Bahkan, dalam kondisi tertentu, bisa terjadi water hammer, yakni ketika air masuk ke ruang bakar dan menyebabkan piston atau batang penghubung rusak. Perbaikan mesin dalam kondisi ini bisa sangat mahal dan kompleks.

2. Gangguan Sistem Kelistrikan

Air dan sistem kelistrikan jelas bukan kombinasi yang baik. Mobil bekas banjir sangat berisiko mengalami korsleting karena air bisa merusak ECU (Engine Control Unit) dan jalur kelistrikan lainnya. 

Dampaknya bisa dirasakan pada berbagai fitur kendaraan, seperti AC, sistem hiburan, lampu, hingga panel instrumen. Perbaikannya pun tidak murah karena banyak komponen yang harus diganti.

3. Korosi di Bawah Mobil

Banjir dapat mempercepat terjadinya karat atau korosi, terutama pada bagian bawah kendaraan. Kandungan garam dan zat kimia dalam air banjir dapat merusak rangka, sistem suspensi, dan komponen logam lainnya. Jika korosi dibiarkan, struktur mobil bisa melemah dan membahayakan pengemudi maupun penumpang.

4. Kerusakan Sistem Pengereman

Sistem rem yang pernah terendam air memiliki risiko tinggi mengalami kerusakan. Komponen seperti cakram dan kampas rem bisa berkarat atau menjadi aus, sehingga pengereman tidak lagi optimal. Ini tentu membahayakan, terutama jika mobil digunakan untuk perjalanan jauh atau di medan yang menantang.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore