
Mobil listrik Neta V-II bisa kelihatan bergaya dengan modal ganti velg. (Istimewa)
JawaPos.com - Di tengah meningkatnya kasus mobil listrik yang terbakar di Indonesia, hal tersebut membuat masyarakat kembali ragu, apakah mobil listrik aman? Seperti kasus terbaru, mobil listrik Wuling terbakar.
Sebuah Wuling Air EV dilaporkan terbakar di Jalan Soekarno Hatta, Bandung. Investigasi awal menemukan bahwa baterai tegangan tinggi dan motor listrik dalam kondisi normal setelah api padam.
Penyebab dugaan difokuskan pada area kap depan. Pihak Wuling masih melanjutkan pemeriksaan lanjutan bersama pemilik kendaraan .
Sebelumnya, ada juga BYD Seal yang terparkir di garasi tiba-tiba mengeluarkan asap dan ledakan. Kepala Damkar Jakarta Barat menduga sumbernya dari masalah kelistrikan pada baterai. Namun BYD Indonesia membantah kebakaran, menyebut hanya 'asap, bukan api' dan masih menyelidiki penyebabnya .
Menyikapi banyaknya kejadian tersebut, Neta Auto Indonesia mengklaim ambil langkah sigap. Setiap unit mobil listrik Neta V-II dan Neta X kini wajib dibekali dengan APAR alias Alat Pemadam Api Ringan sebagai perlengkapan standar bawaan pabrik.
Bukan cuma patuh aturan, tapi juga bagian dari komitmen keselamatan untuk para pengguna. Seperti sudah dijelaskan di awal, langkah ini nggak datang tanpa alasan, dalam beberapa bulan terakhir, publik sempat dihebohkan dengan insiden mobil listrik yang tiba-tiba terbakar, baik saat sedang diisi daya, saat dikemudikan, bahkan ketika hanya terparkir.
Penyebabnya bervariasi, mulai dari korsleting, panas berlebih, hingga modifikasi kelistrikan yang asal-asalan. Nah, di sinilah peran APAR jadi krusial, jadi penyelamat pertama saat situasi darurat muncul.
APAR Wajib, Bukan Sekadar Tambahan
Keputusan Neta ini sejalan dengan aturan dari Kementerian Perhubungan, tepatnya Peraturan Dirjen Perhubungan Darat No. KP.972/AJ.502/DRJD/2020, yang mewajibkan kendaraan bermotor—termasuk mobil listrik—dilengkapi APAR.
"Penggunaan tabung APAR pada kendaraan ini diperuntukkan khusus dalam kondisi darurat seperti panas berlebih, percikan api, atau api ringan di dalam kendaraan," ujar Raditio Hutomo, After Sales Director Neta Auto Indonesia melalui keterangannya.
Meski begitu, Raditio mengingatkan, APAR hanyalah alat penanganan awal. Kalau api sudah tak bisa dikendalikan, langkah paling aman tetap menghubungi pemadam kebakaran atau otoritas terkait.
Cara Pakai APAR di Mobil Listrik Neta
Supaya keberadaan APAR nggak cuma jadi pajangan manis di dashboard, pemilik mobil listrik Neta juga dibekali panduan penggunaan. Ini beberapa poin pentingnya:
1. Tahu Lokasinya
APAR disimpan di laci dashboard sisi penumpang depan. Mudah dijangkau saat darurat, tapi tetap rapi dan nggak ganggu kenyamanan kabin.
2. Cek Sebelum Pakai
Pastikan segel kuning masih utuh dan APAR belum kedaluwarsa. Umumnya masa pakainya bisa sampai 8 tahun sejak tanggal produksi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
