Perbedaan antara bensin oktan tinggi dan rendah (Dok. iStockphoto)
JawaPos.com - Banyak pemilik kendaraan mungkin tidak terlalu memikirkan jenis bensin yang digunakan selama mobil tetap berjalan lancar. Namun, memahami perbedaan antara bensin oktan tinggi dan rendah ternyata sangat penting, terutama dalam menjaga performa mesin dan efisiensi bahan bakar. Lantas, apa sebenarnya perbedaan di antara keduanya?
Apa Itu Oktan?
Peringkat oktan adalah ukuran seberapa besar bahan bakar mampu menahan tekanan sebelum terbakar secara spontan dalam ruang bakar mesin. Semakin tinggi angka oktannya, semakin besar ketahanan bahan bakar terhadap gejala yang disebut "knocking" atau detonasi dini. Knocking ini dapat merusak mesin jika terjadi terus-menerus.
Bensin Oktan Tinggi
Bensin dengan peringkat oktan tinggi seperti RON 92, 95, hingga 98 biasanya direkomendasikan untuk kendaraan dengan rasio kompresi tinggi, seperti mobil sport, kendaraan turbocharged, atau mesin berperforma tinggi lainnya. Bahan bakar ini mampu memberikan pembakaran yang lebih stabil dan efisien pada tekanan tinggi, serta mendukung output tenaga maksimal dari mesin.
Penggunaan bensin oktan tinggi juga membantu mencegah knocking, meningkatkan efisiensi termal, dan memungkinkan waktu pengapian yang lebih maju, semuanya berkontribusi pada performa yang lebih optimal.
Bensin Oktan Rendah
Sementara itu, bensin oktan rendah seperti RON 88 atau 90 lebih cocok untuk kendaraan harian dengan mesin berkompresi rendah hingga sedang. Harga yang lebih terjangkau membuatnya menjadi pilihan utama bagi banyak pengemudi, selama kendaraan tersebut memang dirancang untuk bahan bakar jenis ini.
Mesin modern biasanya sudah dibekali sistem kontrol yang dapat menyesuaikan waktu pengapian secara otomatis, sehingga masih bisa menerima bensin dengan oktan lebih rendah, meski performanya bisa sedikit berkurang.
Dampak Penggunaan yang Tidak Sesuai
Menggunakan bensin oktan rendah pada mesin yang dirancang untuk oktan tinggi dapat menyebabkan knocking dan merusak mesin dalam jangka panjang. Sebaliknya, menggunakan bensin oktan tinggi pada mesin biasa tidak akan memberikan peningkatan performa yang signifikan. Bahkan bisa menjadi pemborosan karena harganya yang lebih mahal.
Mana yang Harus Dipilih?
Kunci utamanya ada pada spesifikasi pabrikan. Manual kendaraan biasanya mencantumkan jenis bahan bakar yang direkomendasikan. Mengikuti rekomendasi tersebut akan memastikan mesin bekerja optimal dan lebih tahan lama.
Namun, dalam kondisi tertentu seperti saat kendaraan sering melewati tanjakan curam, membawa beban berat, atau digunakan di daerah dengan suhu tinggi, penggunaan bensin oktan sedikit lebih tinggi dari rekomendasi bisa membantu mengurangi risiko knocking.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
