Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 April 2025 | 01.47 WIB

Aismoli Nilai Penerapan Tarif Resiprokal AS akan Berdampak ke Pasar Otomotif Dalam Negeri

Ketua Umum Aismoli Budi Setiadi. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bikin geger di masa kepemimpinan keduanya yang bisa dibilang masih baru. Sebab, Donald Trump mengumumkan penerapan tarif resiprokal Amerika Serikat ke 185 negara termasuk Indonesia.

Kebijakan yang kontroversial tersebut dinilai akan berpotensi membawa dampak signifikan terhadap industri nasional, khususnya industri otomotif listrik roda dua. Meskipun Indonesia belum menjadi negara pengekspor sepeda motor listrik atau komponennya ke Amerika Serikat, namun dampaknya dapat dirasakan secara tidak langsung di dalam negeri.

Secara makro akan berisiko terhadap inflasi dan penurunan daya beli masyarakat. Selain itu, negara-negara lain yang mengalami kondisi serupa, seperti China, akan mencari pasar alternatif selain Amerika Serikat. 

Indonesia, dengan populasi besar dan daya beli yang kuat, dianggap sebagai negara yang menarik. Forecast tersebut disampaikan oleh Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik (Aismoli).

Asosiasi produsen otomotif roda dua tersebut berharap pemerintah Indonesia melakukan inisiatif-inisiatif yang dapat menciptakan pasar yang lebih kuat untuk melindungi produsen lokal dari kemungkinan gempuran barang-barang impor yang masuk ke Indonesia.

Ketua Aismoli Budi Setiyadi menyampaikan, salah satu lingkup yang perlu dijaga oleh pemerintah adalah kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk melindungi produk-produk lokal Indonesia dan mencegah dominasi produk impor.

"Tidak hanya dari sisi kebijakan, pengawasan pemerintah dalam memastikan kebijakan TKDN sudah dijalankan secara tepat oleh industri juga perlu diperkuat," kata Budi melalui keterangannya.

Sebelumnya, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia juga turut merespons kebijakan tarif resiprokal sebesar 32 persen yang diterapkan Amerika Serikat (AS) kepada Indonesia. Mereka menilai kebijakan ini hanyalah tahap awal dan negosiasi masih terbuka lebar.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, mengatakan, AS sejatinya merupakan mitra bisnis strategis Indonesia, sehingga keduanya memiliki hubungan yang saling membutuhkan.

Kondisi ini jelas membuka peluang untuk bernegosiasi lebih lanjut dengan AS. Terlebih posisi geopolitik dan geoekonomi Indonesia sangat strategis di Kawasan Pasifik. 

"Selain bagian dari kekuatan ekonomi ASEAN, Indonesia adalah anggota APEC yang strategis. Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia dan pimpinan negara nonblok, juga tentu menjadi pertimbangan Trump," kata Anindya dalam keterangannya, Jumat (4/4).

Adapun Kadin juga mendukung keputusan pemerintah Indonesia untuk mempersiapkan berbagai langkah strategis dalam menghadapi penerapan tarif resiprokal dan melakukan negosiasi dengan AS. 

Komunikasi yang intens dengan AS di berbagai tingkatan, termasuk mengirimkan delegasi tingkat tinggi ke Washington DC untuk melakukan negosiasi langsung disebutkannya sebagai langkah yang tepat. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore