Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 2 Maret 2025 | 15.50 WIB

Tipis-tipis Mencoba Mobil SUV Jetour Dashing, Pede Pasang Harga Setara Honda HR-V, Seenak Apa?

Mobil compact SUV Jetour Dashing. (RianAlfianto/JawaPos.com)

 
JawaPos.com - Gempuran merek mobil dari Tiongkok di Indonesia terasa dalam kurun waktu setidaknya empat tahun terakhir ini. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya merek baru hadir, dari Negeri Tirai Bambu, menawarkan berbagai macam keunggulan masing-masing.
 
Saat kebanyakan merek mobil Tiongkok hadir dengan teknologi listrik, elektrifikasi, Jetour, salah satu merek dibawah Chery Holding Group mencoba sedikit berbeda. Jetour, juga merek baru dari Tiongkok yang hadir di Indonesia menawarkan mobil bermesin pembakaran konvensional sebagai langkah awalnya ekspansi di Tanah Air.
 
Yang paling baru adalah Jetour Dashing, sebuah SUV segmen B yang baru diluncurkan di Indonesia beberapa waktu lalu. JawaPos.com berkesempatan untuk mencoba mobil tersebut tipis-tipis dari Bandung, Jawa Barat menuju Jakarta ke markas Jetour di kawasan Kelapa Gading.
 
Seperti apa pengalaman mencoba mobil tersebut, SUV Tiongkok yang pede pasang harga setara Honda HR-V? Berikut ini selengkapnya.
 
Desain Berani Beda 
 

Interior luas jadi keunggulan Jetour Dashing. (RianAlfianto/JawaPos.com).

 
Dimulai dari pengalaman melihat mobil ini untuk kali pertama, terlihat bahwa mobil ini berani mengambil pendekatan desain yang berbeda. Jetour Dashing membawa desain yang futuristik, tegas, tidak seperti SUV kebanyakan di segmen yang sama.
 
Pada bagian eksterior yang mengadaptasi gaya “mecha technology”, memanifestasikan rasa kepercayaan diri dan semangat untuk meraih kesuksesan. SUV 5-Seater ini tampak gagah dan sporty karena bentuk bodinya yang proporsional, dan terlihat seperti sedang melaju meskipun berhenti atau disebut diving posture. 
 
 
Pada bagian depannya pun terlihat gagah dan modern, dibekali dua lampu ramping di atas dan grille frameless yang terintegrasi dengan lampu utama. Gril ini terinspirasi oleh arsitektur tradisional oriental, dengan detail ritme seperti dinding berlapis yang membentuk pola "V". 
 
Desain lampu belakang terinspirasi oleh senjata tradisional dari timur, pada bagian lampu belakang Jetour Dashing memiliki desain abstrak dan modern menjadi ciri khas yang membedakannya dari mobil lain.
 
Jetour Dashing hadir dengan dimensi yang mengesankan, yaitu 4.590 x 1.900 x 1.685 mm. Dengan proporsi demikian, mobil SUV ini nggak kecil, juga nggak besar, tapi menurut pengalaman kami, saat mencoba mobil ini dari dalam, baik sebagai penumpang atau pengemudi, tongkrongan mobil ini terasa besar.
 
Apalagi, bagian kap mesinnya dominan. Lebar, juga panjang dan ada lekukan ke atas. Membuat moncong mobil ini terlihat tinggi dan area pandang ke jalan depan terasa "commanding".
 
Melengkapi tampilannya, Jetour Dashing menggunakan velg 19 inci dan Panoramic Sunroof berukuran 75 inci, yang memperkuat gaya trendy pemiliknya. Sentuhan mewah dari velg dan sunroof ini merupakan yang terbesar di kelasnya dan tidak bisa ditemukan pada mobil di segmen yang sama.
 
Velg-nya yang berdiameter besar menambah kesan besar pada mobil ini. Dominan di bagian kaki-kakinya, seolah menyiratkan bahwa SUV ini tangguh untuk digunakan di berbagai medan jalan.
 
Dibekali Mesin Turbo
 
Yang menjadi keunggulan mobil ini dibandingkan dengan rival-rivalnya adalah Jetour Dashing pede dari sisi jeroan dengan dibekali mesin 1.5 Turbo 6DCT. Mesin tersebut di atas kertas dikatakan bisa menghasilkan tenaga 156 PS dan torsi 230 Nm. 
 
Akselerasi Jetour Dashing dapat dicapai dari 0 hingga 100 km/h dalam 10,5 detik, memberikan performa yang responsif di berbagai kondisi jalan. Dengan integrasi ini, Jetour Dashing mampu memberikan pengalaman berkendara yang menyenangkan.
 
Itu di atas kertas. Bagaimana dengan pengalaman nyata saat kami mencoba mobil ini melintasi rute jalan di Kota Bandung dan beberapa trek menanjak di kawasan Lembang, Bandung Barat?
 
 
Biasa saja. Akselerasinya memang terasa. Tapi menurut kami, powernya baru bisa keluar di putaran mesin tengah ke atas. Artinya, saat dari diam ke putaran tengah, mesinnya terasa biasa saja, bahkan terasa agak malas.
 
Feeling kami, kondisi demikian diakibatkan oleh turbo lag. Ya, mobil ini dibekali oleh turbo. Dan, kondisi turbo lag adalah keterlambatan respons mesin turbocharger saat pengemudi menginjak pedal gas. Turbo lag merupakan hal yang normal dan umum terjadi pada mesin turbocharger. 
 
Turbo lag pada Jetour Dashing ini sangat terasa pada putaran mesin bawah ke tengah. Terasa lambat dan ada ketidakselarasan antara perintah dari pedal gas ke tenaga mesin.
 
Memang mobil ini dibekali oleh beberapa mode berkendara yakni Comfort dan Sport. Diutak-atik mode berkendaranya, rasanya tetap sama, ada gejala lag di putaran mesin bawah. 
 
Namun kalau sudah di putaran mesin tengah ke atas, baru tenaga mobil ini terasa keluar. Namun untuk keperluan traveling, bepergian bersama keluarga, melibas jalanan tanjakan, mesin Jetour Dashing nggak ada koreksi, menyenangkan, fun to drive. 
 
Feeling mengemudi Jetour Dashing juga asyik. Fiturnya cukup lengkap, mewah, walaupun untuk harga mulai Rp 400 juta, mobil ini belum dibekali ADAS atau Advance Driving Assistance System.
 
ADAS sendiri saat ini lumrah ditemui pada mobil baru saat ini. Fitur tersebut mulai dirasakan perlu untuk membantu beberapa skenario mengemudi dan keselamatan. Apalagi harga mobil ini nggak murah, Honda HR-V saja, di harga yang sama, sudah punya fitur ADAS, Hyundai Creta juga demikian.
 
Kabin Lapang
 

Cockpit dan area kemudi Jetour Dashing. (RianAlfianto/JawaPos.com).

 
Mencoba Jetour Dashing, kami duduk sebagai pengemudi dan juga penumpang. Duduk di kursi depan, juga di kursi belakang.
 
Yang kami suka dari mobil ini adalah kabinnya yang terasa lega, luas, lapang. Mau di bagian depan, atau di kursi penumpang belakang, semua terasa lega.
 
Dalam pengujian, mobil Jetour Dashing diisi oleh empat orang penumpang dewasa dengan tinggi badan rata-rata 170-180 cm. Semua kebagian posisi duduk yang sama nyamannya, nggak ada komplain.
 
Ukuran kabinnya tidak hanya lapang, tapi juga memiliki bagasi terbesar di kelasnya dengan kapasitas 486 liter untuk membawa banyak barang. Bagasi belakang yang besar membuat mobil ini bisa memuat koper besar atau tas golf.
 
Untuk traveling, bagasi yang luas memang dibutuhkan. Selain membawa barang bawaan yang banyak, bagasi belakang yang luas juga bisa digunakan untuk membawa kereta bayi, galon air, tas dan peralatan bepergian lainnya.
 
Dari bagian kabin, nggak ada keluhan soal Jetour Dashing ini. Enak, luas lega. Hanya saat duduk di kursi belakang, saat mobil ini melibas jalan tol berlubang dan tidak rata dalam kecepatan rata-rata 100 km per jam, mobil ini sangat terasa limbungnya, kondisi demikian sempat membuat kami agak pusing dan mual saat perjalanan.
 
Padahal mobil ini dibekali oleh suspensi independen. Klaim Jetour adalah dengan Dashing yang hadir dengan suspensi tersebut, bisa membuat mobil lebih nyaman dan mudah dikendalikan, bahkan di jalan yang tidak rata.
 
Fitur Cukup
 
Terakhir dari sisi fitur. Mencoba mobil ini secara singkat sudah bisa membuat kami menyimpulkan kalau mobil ini memang bukan yang terbaik di kelasnya baik dari sisi mesin, kenyamanan dan fiturnya. Tapi ya, cukup saja. Termasuk dari sisi fiturnya.
 
Misalnya, di bagian depan terdapat 10.25 inci dual screens, Wireless CarPlay and Android Auto tersedia bahasa inggris dan Indonesia sebagai fitur-fitur yang mendukung hiburan pengendara. 
 
Fitur-fitur mobil Jetour Dashing juga mudah dioperasikan baik oleh pengemudi atau penumpang. Hanya memang, dengan konsep yang digital dan beberapa kontrol ada di area MID, butuh waktu untuk menyesuaikan diri untuk mencari fitur-fitur mobil tersebut.
 
Seperti AC, tombolnya kapasitif. Kontrol AC juga bisa dilakukan di MID yang juga merupakan layan entertainment. Beberapa perintah bisa dilakukan di situ, seperti mode berkendara dan pengaturan lainnya yang perlu disetting dulu sebelum bisa digunakan oleh tombol shortcut seperti Cruise Control dan sebagainya.
 
Sementara dalam aspek keselamatan dilengkapi dengan 6 airbag dan menggunakan rangka bodi yang kokoh, dengan baja hingga 75% untuk memastikan perlindungan terbaik. Jetour Dashing juga memiliki 540 derajat camera yang bisa memberikan penglihatan untuk sekitar mobil secara menyeluruh.
 
Kemudian, Jetour Dashing unggul dalam hal teknologi pengisian daya dengan fitur wireless charging 50W yang dilengkapi dengan kisi-kisi angin sebagai sirkulasi udara di sekitar smartphone yang sedang diisi daya. Fitur ini sangat berguna bagi petualang yang tak ingin kehabisan baterai di tengah jalan.
 
Menengok kebagian atas, mobil ini dilengkapi dengan panoramik sunroof yang dominan. Seperti sudah disinggung di atas, ukuran sunroof-nya mencapai 75 inci, memperkaya fitur Jetour Dashing dan bisa jadi keunggulan untuk melawan rival-rivalnya.
 
Kesimpulan 
 
Mencoba Jetour Dashing secara singkat, mobil ini punya kelebihan dan kekurangannya tersendiri yang mungkin dibutuhkan oleh konsumen. Bukan yang terbaik, tapi punya potensi.
 
Mesin oke, kenyamanan juga relatif. Fitur? Ya disesuaikan saja dengan kebutuhan. Sementara dari sisi harga, dimulai dari Rp 403 jutaan hingga Rp 430 jutaan, Jetour Dashing masih harus dilihat apakah berhasil memikat konsumen atau tidak.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore