
Foto: Ilustrasi: Jangan lupa cek bagian ban mobil untuk memastikan kondisinya aman dipakai perjalanan jauh. (Istimewa).
JawaPos.com - Cek ban sebelum Anda bepergian menggunakan kendaraan, Bicara tekanan ban mobil sebaiknya jangan terlalu keras dan juga jangan terlalu lembut.
Tekanan angin ban sebetulnya sudah di atur oleh pabrikan dari setiap merek. Anda sebagai pengguna mobil hanya mengikuti rekomendasinya saja.
Sebenarnya ada beberapa hal yang mempengaruhi dari tekanan ban mobil, diantaranya jenis mobil, berat mobil, hingga aktivitas berkendara yang Anda lakukan sebagai pemilik mobil.
Tekanan angin ban mobil sudah di atur sesuai standar pabrik sesuai jenis dari mobil. Misalnya MPV, SUV, biasanya juga di atur sehingga dapat tekanan angin yang ideal, namun untuk rata-rata tekanan ban mobil di Indonesia adalah di antara 28 sampai 36 psi.
Selain itu juga dilihat dari berat kendaraan, maka berat mempunyai pengaruh cukup tinggi akan tekanan angin ban mobil. Berat ditentukan dari banyaknya jumlah dari penumpang yang ada.
Contohnya tekanan rekomendasi di angka tekanan 33 psi, akan tetapi ketika membawa penumpang penuh dengan jarak cukup panjang akan direkomendasikan naik ke 36 psi.
Beriut adalah bisa sebagai acuan tekanan angin ban sesuai jenis kendaraan:
Umur Ban yang Ideal Bisa Digunakan
Sebenarnya ban untuk kendaraan tidak mempunyai expired date atau batas akhir penggunaan, yang ada hanya tanggal/bulan/tahun produksi ban. Akan tetapi sebaiknya ada masa ideal ban nyaman digunakan.
Bila kembangan ban Anda sudah tipis sebaiknya Anda harus menggantinya. Karena cengkraman ban ke aspal akan berkurang kualitasnya karena kembangan sudah tipis.
1. Ideal Umur Ban Jangan Lebih dari 3 Tahun.
Perlu Anda ketahui, seperti diungkapkan di atas ban tidak mempunyai expired, namun berapa idelanya ban harus di ganti. Sebuah ban yang terbuat dari karet mempunyai sifat elastis maka, kelenturannya akan terkikis.
Ini yang perlu diperhatikan, kelenturan akan berkurang dan kekuatannya akan berkurang, usia idelnya ketika sudah sampai penggunaan di tahun ke 3 sebaiknya ban perlu di ganti.
2. Jarak Tempuh Mobil Sudah Mencapai 40.000.
Ketika jarak tempuh kendaraan sudah mencapai angka di 40.000 biasanya disarankan untuk ganti ban mobil. Karena mobil sudah dianggap melewati banyak sekali perjalanan dan juga perlu di ingat ban bisa mengalami keausan.
Maka ketika jarak tempuh mobil sudah mencapai 40.000, Anda boleh melakukan pergantian ban mobil. Agar supaya Anda tetap mendapatkan kenyamanan dan aman selama melakukan perjalanan.
3. Tapak Ban mobil Mencapai Batas TWI.
Ban mobil itu sudah dibekali dengan indikasi TWI atau Tread Wear Indicator. Perlu diketahui bahwa kode TWI ini adalah batas dari keausan yang wajar untuk tetap digunakan.
Akan tetapi jika kembang ban sudah menyentuh segitiga TWI, itu artinya ban udah harus segera diganti dan jangan ditunda agar Anda tidak dalam keadaan was-was dalam perjalanan.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
