
Ilustrasi: Roller pada motor matic. (Wahana Honda). J
JawaPos.com - Beda yang paling kentara antara motor dengan transmisi manual dan otomatis atau matic adalah pada sistem penggeraknya. Kalau di motor manual atau motor gigi, daya dari mesin ditransfer ke roda belakang melalui rantai dan gear set untuk kemudian menggerakkan roda.
Sementara pada motor matic, rantai dan gear set ditanggalkan, diganti dengan sistem penggerak CVT berbasis belt atau sabuk, puli atau pulley dan roller. Motor matic dengan CVT ini dikenal lebih nyaman, nggak berisik dan minim perawatan seperti melakukan penyetelan rantai secara berkala.
Namun kekurangan motor matic adalah tidak bisa mengakomodir kebutuhan masing-masing pengguna atau bikers-nya. Karakternya ya begitu, jadi kalau mau disetting sesuai keinginan penunggangnya agak susah.
Ambil contoh untuk menentukan akselerasi dan final gear-nya, kalau di motor manual, gampang, tinggal lakukan penggantian gear, diatur, butuh akselerasi ya tinggal ganti ukuran lebih besar, sementara kalau mau konstan dan narik di tenaga atas, ukuran gear-nya dikecilkan.
Di motor matic sulit, kalau mau mengatur demikian, butuh settingan roller yang tepat. Meraciknya juga tricky, butuh riset dan mesti dilakukan berulang sampai ketemu padanan yang pas.
Buat yang senang akselerasi dan tarikan menjambak di awal, menggunakan roller dengan bobot yang ringan bisa jadi pilihan. Roller ringan ini juga sangat cocok untuk kamu yang tinggal di daerah perbukitan, dengan banyak medan menanjak.
Roller ringan juga direkomendasikan buat pengendara dengan bobot yang berat atau sering membawa beban berat. Bagi kalian yang ingin motor lebih lihai di trek pendek juga direkomendasikan menggunakan roller yang lebih ringan dari standarnya.
Penggantian roller ringan sebaiknya dilakukan secara bertahap agar bisa sesuai dengan selera yang diinginkan. Jika berat roller standar adalah 10 gram, sebaiknya beli dulu yang 9 gram. Jika kurang bisa pakai yang 8 gram.
Itulah yang bikin beda dengan motor manual, meraciknya ribet. Penurunan atau kenaikan roller umumnya seberat 2 gram, lebih dari itu motor bakal terasa sangat berbeda dari sebelumnya.
Mengutip Deltalube, memakai roller ringan juga berefek pada putaran mesin yang lebih tinggi pada kecepatan yang sama dengan sebelumnya. Efeknya motor akan sedikit lebih boros dan menggerung ketimbang roller standarnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
