
Mobil listrik Neta X resmi meluncur di Indonesia, Jumat (27/9). (RianAlfianto/JawaPos.com)
JawaPos.com - PT Neta Auto Indonesia yang jelang akhir tahun 2023 memasarkan produk mobil listriknya di Indonesia rupanya masih belum mampu bersaing melawan rivalnya sesama jenama asal Tiongkok. Secara detai pada Agutus 2023 Neta melakukan perkenalan produknya dan mulai dijual secara resmi pada Oktober 2023.
Padahal Managing Director PT Neta Auto Indonesia, Jerry Huang sempat berujar (22/5) pihaknya menargetkan penjualan mobil listrik antara 6 ribu hingga 10 ribu unit di tanah air pada tahun 2024.
Bahkan Jerry Huang menyampaikan saat itu bahwa target tersebut tidak hanya berfokus pada model NETA V-II yang baru diluncurkan, tetapi mencakup semua model secara keseluruhan.
"Target penjualan tahun ini adalah 6 ribu hingga 10 ribu unit," ujar Jerry di Jakarta, seperti dikutip dalam laman Antara.
Selain itu, agen pemegang merek (APM) Neta di negeri ini, telah mengumumkan rencana untuk memproduksinya secara lokal mulai Mei 2024 dengan menggandeng perusahaan perakitan mobil PT Handal Indonesia Motor (HIM) yang mempunyai pabrik di Pondok Ungu, Bekasi untuk melakukannya.
Sebagai informasi, HIM sudah menyiapkan total kapasitas produksi 27 ribu unit per tahun untuk perakitan model-model Neta. Bukan hanya itu Neta juga menargetkan mempunyai 40 diler di seluruh Indonesia hingga akhir 2024 nanti.
Mobil yang diproduksi sejak 13 September 2024 di pabrik milik HIM adalah Neta X.
Namun faktanya, kinerja penjualan mobil listrik Neta di Tanah Air pada tahun 2024 di periode Januari – September 2024 tak sesuai dengan yang ditargetkan.
Target yang terlalu muluk tersebut terpatahkan bila melihat catatan yang dihimpun dari data Gabungn Industri Kendraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Dimana total penjualan selama sembilan bulan pertama tahun 2024 masih jauh dan belum mencapai 500 unit.
Memang periode tersebut belum bisa dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2023) karena di periode yang sama belum ada penjualan.
Bisa dikatakan miris penjualan Neta, karena faktanya selama sembilan bulan (Januari - September 2024) baik dari pabrik ke dealer (wholesales) maupun dari dealer ke konsumen (ritel) belum menyentuh angka 500 unit yaitu hanya 484 unit.
Bila dibuat rata-rata, Neta hanya bisa menjual 54 unit mobil ke dealer. Sementara untuk penjualan ritel atau diler ke konsumen di periode sembilan bulan tahun 2024, hanya sebanyak 394 unit atau bila di rata-rata 44 unit terjual ke konsumen.
Tahun 2024 kurang dua bulan lagi, sangat berat bagi Neta untuk bisa mencapai target penjualan 10 ribu unit, hingga saat ini saja belum ada separuhnya bisa terjual, bahkan belum ada seperempatnya.
Mau tidak mau Neta harus melakukan evaluasi terkait kinerjanya dalam menghadapi persaingan di Indonesia, atau menyusun strategi baru agar mobil bisa laku.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
