Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 September 2024 | 05.04 WIB

Catatan Penjualan DFSK di Indonesia Masih Memprihatinkan, Tak Mampu Bersaing

Gelora, salah satu mobil listrik yang diboyong DFSK pada ajang PEVS 2024 - Image

Gelora, salah satu mobil listrik yang diboyong DFSK pada ajang PEVS 2024

JawaPos.com - Diantara jenama mobil Tiongkok yang masih merangkak penjualannya adalah Dongfeng Sokon (DFSK). Padahal kehadiran DFSK di Indonesia cukup lama, bisa dikatakan 11-12 dengan hadirnya Wuling di Tanah Air.

Namun strategi Wuling mampu mendongkrak nama produk Tiongkok bahkan dalam hal penjualan sangat positif. Meskipun DFSK sudah mempunyai pabrik perakitan di Kawasan Industri Modern, Cikande, Serang Banten tak mampu mengejar rivalnya.

Sebaai informasi DFSK hadir di Indonesia 28 November 2017 dan telah memiliki pabrik yang dibangun di atas lahan seluas 20 hektare mempunyai kapasitas produksi hingga 50.000 unit per tahun.

Dari tahu ke tahun penjualan DFSK masih minim, padahal menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) ada enam model yang dipasarkan di Indonesia.

PT Sokonindo Automobile selaku Agen Pemegan Merek DFSK di Indonesia telah memasarkan Glory 560, DFSK Glory i-Auto, DFSK Seres E1, pickup DFSK Supercab, DFSK Gelora Electric, dan DFSK Gelora bermesin bensin.

Prestasi penjualan DFSK secara keseluruhan tak semoncer "saudara-saudaranya" yang berasal dari negeri yang sama diantaranya Wuling, Morris Garage (MG), Chery, BYD atau lainnya.

Bahkan volume penjualan mobil yang di jual dari seluruih model yang dijajakan relatif lebih sedikit. Bisa dilihat dari catatan Gaikindo di periode Januari – Juli 2024 total penjualan mobil DFSK dari pabrik ke dealer (wholesales) hanya 506 unit.

Jumlah tersebut tidak termasuk mobil listrik Seres 1 yang juga telah dipasarkan. Bila melihat jumlah angka yang dikoleksi DFSK bisa dikatakan "terjun bebas" atau turun sebanyak 42,5 persen dibanding periode sama di tahun 2023 yang mencapai 880 unit.

Sementara di periode yang sama catatan penjualan DFSK dari dealer ke konsumen (ritel) hanya 725 unit. Turun drastis sebesar 25,2 persen bila dibandingkan periode sama di 2023 dimana mampu mencatat angka penjualan sebanyak 969 unit.

Hal miris juga terjadi dalam catatan penjualan mobil listrik Seres pada tujuh bulan pertama 2024. Dimana untuk penjualan ritel hanya mampu mengumpulkan angka 63 unit, namun angka ini masih belum bisa dibandingkan.

Pasalnya pada periode sama tahun lalu belum dijual. Lalu untuk catatan wholesales sama dengan jumlah penjualan ritel.

Bila melihat sepanjang tahun 2022 DFSK Indonesia menjual mobil ke konsumen sebanyak 2.404 unit. Jumlah tersebut turun dibanding di 2021 yang mampu mengoleksi angka penjualan 2.993 unit. 

Strategi DFSK yang dijalankan belum membuahkan hasil positif dalam mengambil kepercayaan konsumen meskipun sudah hampir 7 tahun menjajakan di Indonesia.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore