
Mobil listrik Hyundai IONIQ 5 N tampil pertama di GIIAS 2024. (Dok. HMID)
JawaPos.com - Harus diakui bahwa hingga saat ini belum melihat titik balik geliat penjualan mobil domestik. Pabrikan pun menatap pencapaian target secara keseluruhan penjualan otomotif agak sulit dalam pencapaian angka yang ditargetkan baik dari asosiasi maupun pemerintah.
Menyikapi hal ini PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) mengambil langkah menurunkan asumsi pasar mobil Indonesia di tahun 2024 menjadi 800 ribu unit. Ini dilakukan seiring dengan penurunan pasar yang tercatat 15% pada semester pertama tahun ini.
Chief Operating Officer (COO) HMID, Fransiscus Soerjopranoto mengungkapkan bahwa realitas pasar yang sulit menembus angka 900 ribu unit tahun ini didorong oleh penurunan signifikan pada awal tahun.
"Jika tahun lalu, pasar mobil 900 ribuan dan semester pertama tahun ini pasar turun 15%, maka pasar mobil di tahun ini pasti dibawah 900 ribu," ungkapnya kepada JawaPos.com, (29/7).
Pria jangkung yang akrab di sapa Pak Sur tersebut menambahkan bahwa untuk meningkatkan penjualan Hyundai, pihaknya konsisten dengan strategi yang dilakukan dengan memperkenalkan produk baru seperti All New Kona Electric dan Ionic 5N.
"Pengenalan mobil baru akan kita lakukan dan berlanjut di semester kedua tahun ini," ujarnya.
Langkah Hyundai di Indonesia berkomitmen untuk tidak menaikkan harga, hal ini sesuai himbauan Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang. Walaupun beberapa APM sudah menaikkan harganya sejak kuartal kedua lalu.
"Komitmen ini kami lakukan sebagai bukti kami selalu mematuhi dan melaksanakan arahan pemerintah seperti memperkenalkan mobil listrik pertama, membangun ekosistem charging station, membangun pabrik perakitan, dan baru-baru ini kami membangun pabrik listrik pertama di Indonesia," ujarnya.
Dirinya menegaskan bahwa, semua ini merupakan bukti keseriusan Hyundai bergandengan tangan dengan pemerintah dalam membangun industri otomotif tanah air tercinta, Indonesia.
"Kami sangat senang mendengar beberapa APM berhasil mencatatkan penjualan di GIIAS tahun ini lebih baik dari tahun lalu. Bahkan lebih dari 10%. Artinya regulasi yang mengatur insentif saat ini, pengenalan produk baru, dan program penjualan yang menarik khususnya mobil listrik sudah cukup menaikkan pasar mobil di Indonesia," pungkasnya.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
