JawaPos.com - Seperti anatomi tubuh manusia, mobil juga memiliki kerangka untuk menunjang kekuatannya. Namanya adalah sasis, atau rangka, kehadirannya berfungsi untuk menopang keseluruhan tubuh mobil dan menjamin keamanan serta kenyamana dalam berkendara.
Maka dari itu, pemilihan dan rancangan rangka ini tak bisa sembarangan, karena akan sangat menentukan karakter dari sebuah mobil tersebut. Sejak pertama kali mobil diciptakan hingga kini, ada bermacam jenis sasis atau rangka yang digunakan.
Namun pada perkembangannya, terutama di jenis mobil modern, umumnya hanya memiliki dua jenis sasis saja, pertama adalah sasis ladder frame dan kedua adalah monokok. Kedua jenis sasis ini memiliki karakteristik tersendiri dan memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing.
Pertama adalah sasis ladder frame, sasis model ini terlebih dahulu populer di dunia otomotif. Nama ladder frame ini digunakan lantaran desainnya menyerupai tangga atau ladder.
Di beberapa kalangan, menyebutnya dengan istilah body on frame. Sasis ladder frame menggunakan dua buah batang besar yang diikat oleh cross-member pada bagian depan, tengah dan belakang, jadi bentuknya seperti tangga.
Keunggulan dari sasis model ini adalah lebih mudah dan murah untuk diproduksi. Tak hanya itu, konstruksi ladder frame juga memberikan ground clearance (dimensi kolong mobil) lebih tinggi serta lebih fleksibel dan kuat untuk menahan beban.
Karena keunggulannya itu, sasis ladder frame kerap digunakan pada kendaraan seperti truk, pikap hingga SUV yang berorientasi untuk off-road. Namun demikian, dibalik keunggulannya, sasis ladder frame juga menyimpan kekurangan.
Pertama, karena konstruksi sasis dan bodi yang terpisah, membuat bobot keseluruhan menjadi lebih berat. Selain itu, karena memiliki ground clearance yang tinggi, membuatnya lebih rentan mengalami limbung atau body roll. Di sektor keamanan, ladder frame umumnya tak dilengkapi dengan konstruksi crumple zone.
Kedua adalah sasis monokok, sasis model ini merupakan pengembangan lebih lanjut pada dunia otomotif. Monokok menganut konstruk antara sasis yang menyatu dengan body, makanya disebut mono.
Sasis monokok ini juga sering disebut dengan istilah sasis unibody. Hal tersebut menjanjikan peningkatan pada kenyamanan dan handling kendaraan. Sehingga hampir semua mobil modern mengaplikasi sasis monokok.
Kelebihan sasis model ini adalah bobot yang relatif bisa direduksi. Selain untuk konstruksi, jni juga menyediakan tingkat kekakuan atau rigiditas lebih baik, sehingga meningkatkan karakter handling dan menyumbang kenyamanan dalam berkendara.
Di sektor keamanan, sasis monokok umumnya juga terintegrasi dengan konstruksi crumple zone, yang bertujuan untuk meredam energi benturan ketika terjadi kecelakaan.
Namun di balik keunggulannya tersebut, sasis monokok juga punya kelemahan. Pertama adalah konstruksi yang lebih rumit, membuat ongkos produksi semakin tinggi.
Selain itu, desain konstruksi monokok membuat ground clearance juga lebih terbatas, sehingga kurang cocok untuk diaplikasi untuk kendaraan off-road.
Tak hanya itu, kemampuannya untuk menopang bobot berat juga tak sebaik sasis ladder frame. Maka dari itu, model yang umum menggunakan monokok adalah jenis sedan, hatchback, MPV, crossover hingga sportscar. (*)