Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 Juni 2024 | 16.51 WIB

Minat Beli Mobil Bekas Honda Brio Generasi Pertama? Masalah dan Penyakitnya Wajib Tahu Dulu

Honda Brio, salah satu andalah Honda untuk pasar anak muda. (Dok.JawaPos.com).

JawaPos.com - Sejak pertama kali diperkenalkan di Indonesia sekitar tahun 2012, Honda Brio langsung berhasil menarik banyak peminat. Larisnya Brio dibuktikan dengan APM Honda di Indonesia yang masih menjual Brio hingga saat ini dan sudah memiliki tampang baru.

Tidak bisa dipungkiri, Honda Brio memang menawarkan berbagai kelebihan yang mampu menarik minat dari banyak konsumen. Mobil ini dirancang sebagai mobil irit bahan bakar, lincah untuk digunakan, serta dijual dengan harga yang terjangkau. 
 
Saat ini, harga jual bekas atau seken Honda Brio, khususnya yang keluaran generasi pertama juga sudah murah. Mulai Rp 80 jutaan, sudah bisa dapat mobil yang bisa dibilang belum terlalu tua.
 
 
Pada awalnya, Honda menghadirkan Brio RS di kelas city car dengan mesin 1.3 L bertenaga 100 hp dan 127 Nm. Namun sekitar tahun 2013 pemerintah mengeluarkan kebijakan mengenai mobil murah dan ramah lingkungan atau biasa disebut Low Cost Green Car (LCGC). 
 
Hal tersebut membuat Honda langsung memperkenalkan mobil dengan segmen LCGC bernama Brio Satya. Sejak saat itulah, Honda Brio menggunakan mesin 1.2 L untuk semua varian mereka, baik itu mobil LCGC atau city car. Mesin tersebut dapat menghasilkan tenaga sebesar 90 PS pada 6.000 rpm dengan torsi puncak sebesar 110 Nm di 4.800 rpm.
 
Meskipun Honda Brio hadir dengan berbagai kelebihan, perlu Anda ketahui bahwa mobil ini masih memiliki beberapa kelemahan. Jika Anda sedang berencana untuk membeli mobil ini, berikut adalah kekurangan dan masalah pada Honda Brio yang bisa Anda pertimbangkan terlebih dahulu.
 
 
Kelemahan atau bisa juga jadi masalah bagi yang ingin meminang Brio bekas era awal-awal adalah kabin yang bising. Kondisi ini terjadi karena peredam kabin yang dimiliki oleh Brio kurang tebal sehingga road noise atau suara gesekan dari roda dan permukaan jalan dapat terdengar sampai ke dalam kabin. 
 
Meskipun suara yang terdengar tidak terlalu keras, namun beberapa penumpang dapat merasa terganggu dengan suara tersebut. Bahkan sampai Brio saat ini pun, keluhan kabin berisik masih ada. Cara mensiasatinya adalah dengan memasang peredam kabin tambahan. 
 
Apabila Anda sedang mencari mobil dengan kabin yang tenang atau senyap, maka Honda Brio bukan pilihan yang tepat. Namun jika Anda tetap berminat untuk membelinya, maka untuk mengatasi masalah ini Anda perlu menambahkan peredam aftermarket, biaya lagi dan perlu dipertimbangkan.
 
 
Masalah kedua, penyakit yang paling sering dijumpai di Honda Brio adalah masalah pada kaki-kaki mobil khususnya pada bushing arm dan karet support. Salah satu gejala bushing arm adalah ketika dikendarai mobil akan terasa oleng dan muncul suara yang cukup berisik. Ini dikarenakan adanya karet bushing yang sobek.
 
Bisa juga muncul suara gluduk-gluduk terutama saat melewati jalanan yang tidak rata, ini adalah efek dari ausnya karet support. Suara gluduk-gluduk ini berasal dari sokbreker, karena karet support ini sendiri berfungsi untuk bantalan atas sokbreker. 
 
Masalah lain yang juga sering muncul di Honda brio adalah suara grek grek pada mesin mobil atau mesin nglitik. Suara ini biasanya berasal dari bagian sisi kiri kap mesin mobil, dan salah satu pemicu adalah penggunaan bahan bakar yang kurang tepat. 
 
 
Honda Brio juga dikenal sebagai mobil kecil yang boros BBM. Kok bisa? Honda Brio terdiri atas dua pilihan kapasitas mesin yaitu 1.200 cc dan 1.300 cc atau yang lebih sering dikenal dengan Brio CBU.
 
Brio CBU ini hanya bisa mencatat angka irit pada 10 km/liter dalam kondisi stop and go serta 14 km/liter dalam kondisi lancar. Konsumsi bahan bakar ini bisa dibilang cukup boros tentunya. Melansir Lifepal, salah satu penyebab mengapa Brio CBU ini lebih boros adalah karena penggunaan kubikasi yang juga lebih besar. 
 
Terakhir, lampu mobil depan Honda Brio khususnya generasi pertama memang kurang terang dan tersebar, sehingga kurang fokus. Hal ini tentu membuat kurang nyaman ketika mobil digunakan untuk berkendara pada malam hari. Selain itu dengan penerangan yang kurang maksimal tentu akan membuat pengendara harus lebih berhati-hati. 
Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore